TUBAN, Tugujatim.id – Nama Sugondo Djoyopuspito, putra asli Kabupaten Tuban yang menjadi ketua Kongres Pemuda II dan pencetus Sumpah Pemuda tahun 1928, kembali belum tercantum dalam daftar penerima gelar Pahlawan Nasional pada momentum Hari Pahlawan 10 November 2025.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada tahun ini menganugerahkan gelar tersebut kepada sepuluh tokoh bangsa. Di antaranya KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan Jenderal Soeharto. Namun, nama Sugondo Djoyopuspito kembali terlewat dari daftar penghargaan tertinggi negara itu.
Menanggapi hal ini, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memastikan bahwa proses pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Sugondo Djoyopuspito belum berhenti. Menurut dia, masih ada beberapa dokumen administratif yang perlu dilengkapi oleh pemerintah daerah sebelum diserahkan ke tingkat provinsi dan pusat.
“Sudah ini, insyaa Allah kalau Hari Jadi Tuban besok yang IG sudah diserahkan. Kemarin ada beberapa dokumen yang perlu kami lengkapi untuk mengangkat yang hasil dari kemarin, ya, Sumpah Pemuda, waktu Bu Gubernur,” ujar Bupati Lindra saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).
Lindra menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan agar Sugondo mendapat pengakuan resmi dari negara atas jasanya dalam sejarah kebangsaan Indonesia.
“Ada beberapa dokumen yang perlu kami lengkapi, Mas. Ini kami masih melihat nanti insyaa Allah ini dimasukkan. OPD teknisnya biar menyampaikan ya? Pasti, karena itu juga mengangkat nama harum Kabupaten Tuban,” imbuhnya.

Meski demikian, hingga kini belum dijelaskan secara rinci dokumen apa saja yang masih menjadi kendala dalam pengusulan tersebut. Pemerintah daerah berjanji akan segera menindaklanjuti proses administrasi agar nama Soegondo bisa diusulkan kembali pada tahun berikutnya.
Diketahui, Sugondo Djoyopuspito merupakan tokoh penting dalam sejarah nasional. Dia memimpin jalannya Kongres Pemuda II pada 1928 yang melahirkan ikrar bersejarah Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa–Indonesia.
Meski perannya begitu besar, nama Sugondo belum mendapatkan tempat di deretan Pahlawan Nasional, berbeda dengan sejumlah tokoh kongres lain seperti Mohammad Yamin dan Amir Sjarifoeddin yang telah lebih dulu mendapat pengakuan negara.
Momen Hari Pahlawan tahun ini pun kembali menjadi pengingat bagi masyarakat Tuban dan bangsa Indonesia, bahwa perjuangan Sugondo tidak sekadar catatan di buku sejarah. Dia adalah simbol semangat persatuan dan idealisme pemuda yang lahir dari tanah pesisir utara Jawa.
Dan dari Tuban, suara itu kembali bergema agar nama Sugondo Djoyopuspito akhirnya diakui secara layak sebagai pahlawan nasional bangsa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








