• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Unesa

ilustrasi anak gunakan Whatsapp (ilutrator: AI Gemini)

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 hours ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Enam mahasiswa diduga terlibat dalam kasus kekerasan verbal melalui percakapan di grup WhatsApp.

Kasus tersebut mencuat setelah Satgas PPK menerima laporan mengenai riwayat percakapan di sebuah grup WhatsApp yang berisi pesan-pesan tidak etis yang mengarah pada objektifikasi terhadap sejumlah mahasiswi dan dosen. Setelah laporan diterima, Satgas langsung melakukan penanganan sesuai mekanisme yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan pemeriksaan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi.

“Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya,” kata Iman di Unesa, Minggu (19/07/2026)

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan melalui mekanisme yang ketat, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, hingga penetapan sanksi oleh rektor.

“Dalam penanganan kasus ini ada mekanisme ketat yang dilakukan, mulai dari penerimaan laporan, penelaahan kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan terlapor dan saksi, pendampingan korban, pemanggilan orang tua, penyusunan simpulan dan rekomendasi, dan penetapan sanksi oleh rektor,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat enam mahasiswa yang berstatus sebagai terlapor. Sementara itu, pihak yang diduga menjadi korban berjumlah 26 orang, terdiri atas mahasiswa dan empat orang dosen.

Satgas PPK masih terus mendalami isi percakapan grup yang dinilai cukup panjang untuk memetakan secara utuh bentuk dugaan kekerasan yang terjadi serta memastikan apakah terdapat pihak lain yang turut terdampak.

“Kami masih melakukan investigasi mendalam, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti tambahan dari riwayat percakapan grup yang panjang dan banyak sekali itu untuk memetakan duduk perkara ini secara utuh, objektif, dan adil,” ujar Iman.

Menurut dia, Unesa berkomitmen menangani setiap dugaan kekerasan secara tegas, adil, dan proporsional demi menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. “Kami tidak mentolerir tindakan kekerasan yang terjadi,” tuturnya.

Selain proses investigasi, Satgas PPK juga memprioritaskan perlindungan terhadap korban. Pendampingan yang diberikan meliputi layanan psikologis, dukungan akademik, hingga bantuan hukum apabila dibutuhkan. Kampus juga memastikan identitas korban, pelapor, dan saksi tetap dirahasiakan.

“Selain fokus penanganan kasus, pendampingan korban menjadi prioritas kami. Tim Satgas memberikan pendampingan psikologis, memastikan kelancaran dukungan akademik mereka, serta menyiapkan bantuan hukum jika diperlukan,” katanya.

Untuk menjaga independensi pemeriksaan, keenam mahasiswa yang menjadi terlapor dinonaktifkan sementara dari seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kemahasiswaan. Namun, mereka tetap diperbolehkan mengikuti proses pemeriksaan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban dalam penanganan perkara.

“Terlapor dinonaktifkan dari semua kegiatan akademik, kecuali untuk urusan pemenuhan kewajiban pemeriksaan kasus ini. Ini bukan sanksi akhir, melainkan bagian dari prosedur penanganan,” tegas Iman.

Satgas PPK Unesa juga mengimbau seluruh sivitas akademika agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan di lingkungan kampus melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan.

Di sisi lain, Unesa meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, maupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial. “Langkah tersebut dinilai penting guna melindungi korban dari potensi dampak psikologis, sosial, maupun digital selama proses penanganan masih berlangsung,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : M.Khaesar

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: 6 Mahasiswa Unesa dinonaktifkan sementaraBerita Kampus UnesaBerita UnesaKampus UnesaKampus Universitas Negeri SurabayaUniversitas Negeri Surabaya
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID