BANJARMASIN, Tugujatim.id – Gerakan kolaboratif bertajuk #ParaGoNation dan #1MYouthsStopBullying: Merdeka Tanpa Batas, Masa Depan Tanpa Perundungan digelar di Auditorium SMAN 5 Banjarmasin pada Rabu (15/10/2025). Aksi ini mempertemukan para pendidik, komunitas, dan fasilitator untuk memperkuat upaya pencegahan perundungan di sekolah.
Kegiatan ini dihadiri 80 peserta, terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan, guru dari sejumlah sekolah di Banjarmasin, serta para pendidik yang mengikuti sesi berbagi metode coaching, simple coaching tool, creative coaching skill, hingga Training of Trainer (ToT) card game Buddy Pekerti®, sebuah permainan edukatif yang dirancang untuk mendorong budaya anti-bullying.
CEO Ruber Innovation Lab sekaligus fasilitator Buddy Pekerti®, Agus Harianto, menegaskan bahwa pendekatan percakapan adalah kunci dalam mencegah perundungan.
“Sebetulnya kuncinya adalah mengobrol. Dengan menciptakan space yang mendukung untuk mengobrol, salah satunya dengan menggunakan card game Buddy Pekerti®, secara perlahan akan menurunkan potensi terjadinya bullying di sekolah,” ungkap Agus Harianto.

Card game Buddy Pekerti® menjadi sorotan karena menawarkan pendekatan pembelajaran berbasis permainan yang lebih mudah diterima siswa. Melalui tiga nilai utama, yakni percaya diri, pola pikir bertumbuh, dan empati, siswa diajak memahami cara membangun ketangguhan diri sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang saling mendukung.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan di dalam ruangan, aksi kolaboratif ini juga dilanjutkan dengan sesi turun lapang ke dua sekolah di Banjarmasin pada Kamis (23/10/2025), yakni SMAN 4 Banjarmasin dan SMKN 1 Banjarmasin.
BACA JUGA: Pelatihan Buddy Pekerti® di Medan Dorong Sekolah Wujudkan Lingkungan Tanpa Perundungan
Para peserta yang merupakan perwakilan guru siap meneruskan implementasi pelatihan ini di sekolah masing-masing untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Gerakan #ParaGoNation dan #1MYouthsStopBullying di Banjarmasin ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa di sejumlah kota lain seperti Samarinda, Malang, Makassar, dan Medan. Aksi ini menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam membangun sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas perundungan.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk Ruber Innovation Lab dan Tugujatim.id, gerakan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan inklusif.
Sementara itu berdasarkan data UPT PPA Banjarmasin, terdapat 12 kasus bullying yang tercatat hingga Juli 2025. Angka ini meningkat dibanding periode Januari–Desember 2024 mencatat 7 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








