• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampus tertua di Surabaya.

Universitas Airlangga (Unair) sebagai salah kampus tertua di Surabaya. (Foto: unair.ac.id)

Daftar 10 Kampus Tertua di Surabaya Serta Tahun Berdiri dan Sejarahnya

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dari beberapa Kota Pendidikan di Indonesia, Surabaya menjadi salah satu kota yang masuk dalam list ini dengan banyaknya kampus tertua yang berdiri. Dengan adanya beberapa kampus tertua di Surabaya sebagai Kota Pahlawan ini, sudah melahirkan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai bidang.

Kampus tertua di Surabaya ini adalah Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Wijaya Putra, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Daftar 10 Kampus Tertua di Surabaya, Lengkap dengan Tahun dan Sejarah Berdirinya

Ada kampus tertua di Surabaya yang wajib kamu ketahui. Tentunya, kampus-kampus ini menyajikan sejarah yang begitu panjang. Yuk, simak ulasan selengkapnya!

1. Universitas Airlangga (Unair)

Universitas Airlangga (Unair) adalah kampus pertama yang berdiri di Surabaya, membuat perguruan tinggi ini menjadi kampus tertua di Surabaya. Unair resmi berdiri bertepatan dengan hari pahlawan nasional yang ke-9, tepatnya pada 10 November 1954.

Cikal bakal Unair berawal dari pendirian Dokter Djawa School di Batavia pada 1851—sekarang menjadi FK UI. Seiring berjalannya waktu, Dokter Djawa School ini berkembang menjadi School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) 1902.

Sebelas tahun kemudian, sekolah dokter Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) akhirnya didirikan di Surabaya pada 1 Juli 1913. Pada 1928, pemerintah kolonial mendirikan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT), sekolah kedokteran gigi yang menjadi awal dari Fakultas Kedokteran Gigi Unair.

Pada masa pendudukan Jepang, STOVIA dan NIAS bergabung menjadi Ika Dai Gaku pada 1942. Akhirnya, setelah kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia mengambil alih lembaga pendidikan tersebut dan sempat menjadi bagian dari Universitas Indonesia.

Baca Juga: 10 Kampus Tertua di Malang Lengkap dengan Tahun Berdiri dan Sejarahnya!

Melalui PP No 57 Tahun 1954, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Surabaya berpisah dari UI. Nama Universitas Airlangga dan status perguruan tinggi negeri resmi disahkan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1954. Hal ini menjadikan Unair sebagai perguruan tinggi negeri ketiga di Indonesia, setelah UI dan UGM.

Nama “Airlangga” diambil dari nama seorang raja terkenal di abad XI yang memiliki makna “Sang Pemelihara.” Raja ini dikenal sebagai raja yang arif, bijaksana, cakap, dan mampu menyatukan wilayah di Timur Indonesia.

Di awal masa berdirinya, Unair baru memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Hukum di Surabaya (Cabang FH UGM), Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Malang, dan Sastra di Denpasar-Bali. Seiring berjalannya waktu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Malang berkembang menjadi IKIP Malang, yang kini dikenal sebagai UM, dan Fakultas Sastra berkembang menjadi Universitas Udayana.

Universitas Airlangga terus mengembangkan pendidikannya dengan menambah fakultas dan program studi baru. Kini, Unair telah memiliki lebih dari 47.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 16 fakultas dengan 229 program studi.

2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Kampus tertua Surabaya.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember. (Foto: its.ac.id)

Sama seperti Unair yang didirikan pada Hari Pahlawan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga didirikan pada 10 November 1957. Pendirian ITS berawal dari gagasan tentang pendirian perguruan tinggi teknik di Jawa Timur dari sejumlah tokoh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, khususnya Ir Soendjasmono, sejak 1954.

Gagasan ini diwujudkan pada 17 Agustus 1957 melalui pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) oleh dr Angka Nitisastro. Akhirnya pada 10 November 1957, Presiden Soekarno meresmikan yayasan ini dengan menandatangani Piagam Perguruan Teknik 10 Nopember Surabaya, dimana saat itu hanya ada dua departemen, yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin.

Tanggal 3 November 1960 menjadi hari penting karena perguruan tinggi ini resmi berubah nama menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan resmi menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri. Pada 1961, ITS mengembangkan fakultasnya dengan menambah tiga fakultas, yaitu Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Perkapalan, kemudian di tahun 1965, ITS menambah dua fakultas lagi, yaitu Teknik Arsitektur dan Ilmu Pasti dan Alam.

ITS juga terus mengembangkan sarana dan prasarananya dengan memperluas kampusnya, mulai dari memindahkan beberapa fakultas ke Jl Cokroaminoto pada 1972 dan pembangunan Kampus Sukolilo. Pembangunan gedung ITS ini tidak terlepas dari bantuan yang ITS peroleh dari Asian Development Bank (ADB).

Kampus Sukolilo ini akhirnya selesai diresmikan dan mulai digunakan pada 27 Maret 1982. Fakultas di ITS juga sempat mengalami beberapa penyesuaian, termasuk penyesuaian fakultas menjadi lima fakultas pada 1983 dan penyederhanaan fakultas pada 1991.

Pada 1991 pula, ITS menghadirkan dua politeknik, yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tonggak penting ITS berikutnya terjadi pada 2014 dimana ITS telah berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang memberikan otonomi lebih luas bagi ITS.

Kini, ITS telah bertransformasi menjadi salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia. Tercatat, terdapat kurang lebih 30.000 mahasiswa ITD yang tersebar di 9 fakultas dengan 108 program studi.

3. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Kampus tertua Kota Surabaya.
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. (Foto: upnjatim.ac.id)

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur atau yang biasa disebut UPN Jawa Timur berdiri sejak 5 Juli 1959. Sebelum dikenal sebagai UPN Jawa Timur, perguruan tinggi ini dikenal sebagai Akademi Administrasi Perusahaan “Veteran” Cabang Surabaya pada periode 1959–1965.

Pada 1968, nama lembaga ini berubah lagi menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional (PTPN) “Veteran” Cabang Jawa Timur. Dalam periode 1976-1994, PTPN “Veteran” Cabang Jawa Timur beralih status menjadi perguruan tinggi kedinasan di bawah binaan Departemen Pertahanan Keamanan Republik Indonesia.

Kemudian pada 1977, status kelembagaan meningkat yang menyebabkan nama institusi ini ikut berubah menjadi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Cabang Jawa Timur. Melalui kebijakan pemerintah, institusi ini menjadi perguruan tinggi swasta dan namanya berubah lagi menjadi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Di masa itu, UPN “Veteran” Jawa Timur berada di bawah Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS) secara operasional dan tetap dibina oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan RI secara fungsional.

Perpindahan pengelolaan kampus kembali terjadi di 2007 dimana Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) menjadi pihak yang mengelola kampus ini di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan RI.

Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan, UPN “Veteran” Jawa Timur resmi berstatus sebagai perguruan tinggi negeri. Status ini disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu pada 6 Oktober 2014.

Kini, UPN “Veteran” Jawa Timur telah memiliki kurang lebih 25.000 mahasiswa dengan 8 fakultas dan 29 program studi. UPN “Veteran” Jawa Timur terus mengembangkan kualitas pendidikannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada kontribusi bagi pembangunan bangsa.

4. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Kampus tertua Kota Surabaya 2026.
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. (Foto: ukwms.ac.id)

Didirikan pada 20 September 1960, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menjadi kampus tertua di Surabaya yang berstatus perguruan tinggi swasta. Perguruan tinggi ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Surabaya.

Pendirian UKWMS ini berasal dari gagasan untuk mendirikan pendidikan tinggi Katolik sejak masa Perang Dunia I (1914–1919). Saat itu, banyak lulusan Hoogere Burgerschool (HBS) yang tidak bisa melanjutkan studi mereka ke Belanda karena kendala transportasi di masa itu.

Akhirnya, pada1985, Mgr. J. Klooster, CM, Uskup Surabaya saat itu, mendirikan Yayasan Widya Mandala. Nama “Widya Mandala” sendiri berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang mana “Widya” memiliki makna sarjana dan “Mandala” memiliki makna tempat atau gedung. Jika digabungkan, nama “Widya Mandala” berarti tempat pembentukan manusia bijaksana dan berpengetahuan.

Pada 20 September 1960, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya resmi berdiri dengan terdiri dari satu fakultas saja. Dengan komitmennya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, kini UKWMS telah memiliki lima kampus, yaitu empat kampus di Surabaya dan satu kampus di Madiun.

Mahasiswa UKWMS telah mencapai kurang lebih 6.000 mahasiswa. Tahun ini, terhitung telah terdapat 10 fakultas dengan 40 program studi yang ditawarkan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

5. Universitas Kristen Petra

Kampus tertua di Surabaya.
Universitas Kristen Petra. (Foto: petra.ac.id)

Selain UKWMS, Universitas Kristen Petra (UK Petra) juga menambah daftar kampus tertua di Surabaya yang berstatus perguruan tinggi swasta. Dalam sejarah pendiriannya, Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra (PPPK Petra) yang didirikan pada 1951 memegang peran penting sebagai perhimpunan yang bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan dari tingkat TK hingga menengah.

Tidak berhenti di situ, pendiri PPPK Petra, Tan Tjiauw Yong dan Tan Gie Djien, memiliki gagasan untuk memperluas akses pendidikan ke level yang lebih tinggi pada 1956. Ide tersebut menguat setelah mereka bertemu pendiri Universitas Prof Dr Moestopo di Jakarta, Brigjen TNI Prof Dr Moestopo, yang mendorong pendirian universitas Kristen di Kota Surabaya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, PPPK Petra membentuk Panitia Persiapan Perencanaan Pendirian Universitas yang bertugas untuk menyiapkan segala kebutuhan terkait pembukaan perguruan tinggi Kristen. Usaha ini membuahkan hasil dimana Universitas Kristen Petra resmi berdiri pada 22 September 1961 dengan dua fakultas awal, yaitu Fakultas Sastra dan Fakultas Teknik Sipil.

Nama “Petra” sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “Batu Karang.” Nama ini melambangkan keteguhan iman dan fondasi yang kokoh.

Kemudian pada 28 September 1961, Directorium Urusan Universitas (DUU) dibentuk untuk mengelola pertumbuhan fakultas serta mengatur keuangan universitas pada masa awal. Karena adanya perkembangan pesat di UK Petra dan pengelolaan kampus menjadi makin kompleks, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra (YPTK Petra) pada 1964 sebagai lembaga independen untuk mengelola universitas, terpisah dari PPPK Petra.

Sebelum memiliki lokasi tetap, UK Petra sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari Jalan Embong Wungu, W.R. Supratman, Indrapura, Embong Kemiri, Kalianyar, hingga Panglima Sudirman. UK Petra baru menempati lokasi tetap pada 1973, yaitu di kawasan Jl Siwalankerto yang hingga kini menjadi kampus utama Universitas Kristen Petra.

Universitas kini dikenal sebagai salah satu universitas Kristen terkemuka di Jawa Timur dengan menyediakan 8 fakultas dan 40 program studi. Mahasiswa UK Petra sekarang telah memiliki lebih dari 7.000 mahasiswa aktif.

6. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

WhatsApp Image 2025 11 17 at 11.13.29 4
Universitas Negeri Surabaya. (Foto: unesa.ac.id)

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi berdiri pada 19 Desember 1964. Sebelum pendiriannya, Unesa memiliki sejarah panjang yang ada sejak 1950.

Sebelum menjadi universitas, lembaga ini dulunya merupakan tempat kursus B-I dan B-II untuk bidang Kimia, Ilmu Pasti, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Teknik, Ekonomi, Pendidikan Jasmani, hingga Ilmu Pesawat. Saat itu, seluruh aktivitas kursus ini berada di ruang kelas dan laboratorium peninggalan Belanda di Hoogere Burger School (HBS).

Pada 1957, kursus B-I dibagi menjadi dua kelompok, yaitu umum dan kejuruan dan berlangsung hingga 1960. Namun, karena adanya dualisme antara lulusan kursus B-I/B-II yang tidak bergelar dan lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang bergelar, pemerintah mengintegrasikan keduanya ke FKIP.

Pada 1961, fakultas tersebut diintegrasikan kembali menjadi salah satu fakultas dalam FKIP Universitas Airlangga Cabang Malang dengan nama FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya. Namun, dualisme terjadi kembali karena berdirinya Akademi Pendidikan Guru (APG) dan Institut Pendidikan Guru (IPG) di tahun 1962.

Maka dari itu, IPG dan FKIP digabung menjadi sebuah institusi bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Akibat dari adanya penggabungan ini, FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya berubah status menjadi IKIP Malang Cabang Surabaya hingga 19 Desember 1964.

Tanggal tersebut menjadi momentum penting karena IKIP Surabaya resmi berdiri sendiri sebagai lembaga independen dengan presidium sendiri melalui SK Menteri PTIP No. 182/1964. Pada masa awal berdiri, IKIP Surabaya hanya memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Keguruan Ilmu Sosial, Keguruan Sastra dan Seni, Keguruan Ilmu Eksakta, dan Keguruan Ilmu Teknik.

Kemudian pada 1 Maret 1977, Sekolah Tinggi Olahraga (STO) bergabung, sehingga berdirilah Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan sebagai fakultas keenam. Transformasi besar terjadi pada tanggal 4 Agustus 1999 ketika pemerintah memberikan mandat lebih luas, sehingga nama IKIP Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dengan adanya perubahan ini, Unesa tidak lagi berfokus pada fakultas kependidikan saja, tetapi juga mengelola fakultas non-kependidikan. Kini, Unesa telah menjadi institusi pendidikan besar yang terdiri dari 12 fakultas dengan 192 program studi.

Saat ini, Unesa telah memiliki dua kampus utama, yaitu Kampus Ketintang dan Kampus Lidah Wetan. Unesa juga memperluas layanan akademik mereka melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang berlokasi di Maospati, Magetan. Kini, tercatat ada lebih dari 21.000 mahasiswa aktif yang berkuliah di Unesa.

7. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

WhatsApp Image 2025 11 17 at 11.13.29 5
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. (Foto: uinsa.ac.id)

Resmi berdiri pada 5 Juli 1965, menjadikan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya sebagai universitas islam tertua di Surabaya. Cikal bakal berdirinya Uinsa bermula pada 1961 dimana pemerintah menetapkan pendirian IAIN Cabang Surabaya sebagai bagian dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat itu, hanya ada dua fakultas, yaitu Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang.

Pada 1964, Fakultas Ushuluddin di Kediri didirikan membuat IAIN Cabang Surabaya ini berkembang sangat pesat. Kemudian, melalui Keputusan Menteri Agama RI No 20 Tahun 1965, IAIN Cabang Surabaya resmi berubah nama menjadi IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 5 Juli 1965, yang kini diperingati sebagai Hari Lahir Uinsa.

IAIN Sunan Ampel Surabaya mengembangkan pendidikannya dengan membuka Program Pascasarjana pertama pada 1994. Di tahun yang sama pula, IAIN Sunan Ampel Surabaya bertransformasi menjadi kampus mandiri, tanpa adanya fakultas cabang di daerah.

Transformasi besar kembali terjadi pada 2 Oktober 2013 dimana status IAIN Sunan Ampel resmi berubah menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa). Setahun kemudian, Uinsa ditetapkan memiliki 9 fakultas dan 1 program pascasarjana.

Melalui sejarah panjang tersebut, Uinsa sekarang telah memiliki dua kampus, yaitu Kampus 1 di Jl Ahmad Yani, Surabaya dan Kampus 2 di wilayah Gunung Anyar. Dengan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan, kini Uinsa telah memiliki lebih dari 17.000 mahasiswa yang tersebar di 10 fakultas dengan 46 program studi.

8. Universitas Surabaya

WhatsApp Image 2025 11 17 at 11.13.29 6 1
Universitas Surabaya. (Foto: ubaya.ac.id)

Universitas Surabaya (Ubaya) resmi berdiri pada 11 Maret 1968. Dulunya, kampus ini merupakan kelanjutan dari Universitas Trisakti Surabaya yang didirikan oleh tokoh masyarakat, pendidik, pengusaha, hingga pemerintah pada 1966.

Dua tahun kemudian, tahun 1968, nama Universitas Trisakti Surabaya resmi diubah menjadi Universitas Surabaya dan tanggal 11 Maret 1968 ditetapkan sebagai hari jadi Ubaya. Pada saat itu, Ubaya baru memiliki tiga fakultas, yaitu Farmasi, Hukum, dan Ekonomi, dengan jumlah mahasiswa sekitar 850 orang.

Dengan berdirinya Lembaga Kejuruan Ajun Akuntan (LPK AA), sekarang dikenal sebagai Politeknik Ubaya, kampus ini mengalami perkembangan pesat. Hal ini, membuat Ubaya terus mengembangkan kampusnya dengan mendirikan beberapa fakultas, termasuk Fakultas Psikologi pada 1982, Fakultas Teknik pada 1986, dan Program Profesi Apoteker pada 1989.

Di tahun-tahun berikutnya, program profesi dan pascasarjana mulai dibuka, termasuk Pendidikan Profesi Akuntansi pada 2002, Magister Kenotariatan pada 2003, Magister Profesi Psikologi pada 2004, dan Magister Farmasi Klinis pada 2005. Beberapa fakultas baru juga terus dibuka di tahun-tahun berikutnya, yaitu Fakultas Teknobiologi pada 2005, Fakultas Industri Kreatif pada 2012, serta Fakultas Kedokteran yang membuka Program Pendidikan Dokter pada 2016.

Hingga kini, Ubaya telah memiliki empat kampus yang tersebar di Ngagel, Tenggilis, Trawas, dan Ubaya West Campus. Jumlah mahasiswa aktif yang berkuliah di Ubaya mencapai lebih dari 8.000 mahasiswa yang tersebar di 9 fakultas dengan 27 program studi.

9. Universitas Wijaya Putra

WhatsApp Image 2025 11 17 at 11.13.29 7 1
Universitas Wijaya Putra. (Foto: YouTube UWP NEWS)

Yayasan Pendidikan Wijaya Putra mendirikan Universitas Wijaya Putra (UWP) pada 27 Februari 1981. Pada awal berdirinya, UWP hanya membuka tiga fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Ekonomi, dan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Pada periode 1981-1989, kegiatan perkuliahan UWP masih berlangsung di gedung SD Negeri Kepanjen, Surabaya. Akhirnya, mulai 2 Februari 1990 semua aktivitas dipusatkan di kampus baru di Jl. Raya Benowo, Surabaya.

Di tahun 1990 ini pula pengelolaan UWP diberikan kepada Yayasan Karman Amat. Sejak saat itu, pengembangan program studi menjadi prioritas utama. Alhasil, pada awal 2000-an, UWP telah memiliki 6 fakultas, 9 program sarjana, dan 2 program pascasarjana.

Pada 2002, terjadi kembali pengalihan kelola dimana pengelolaan diserahkan kepada Perkumpulan Pengelola Pendidikan Bina Insan Mandiri (P3-BIM), yang kemudian dikenal sebagai Yayasan Insan Indonesia Mandiri (YIIM).

Bebarengan dengan penambahan program studi, UWP juga melakukan pengembangan besar-besaran pada sarana dan prasarana kampus. Lahan kampus yang awalnya hanya 1,25 hektare diperluas hingga mencapai 3 hektare. Pada 1998–2004, terdapat juga pembangunan gedung kampus tahap II di Benowo—meliputi Gedung B, C, dan D dan berhasil diselesaikan.

Penambahan kampus juga dilakukan, yaitu Kampus II di Singgasana Hotel Surabaya dan Kampus III di Prigen. Di tahun akademik 2011/2012, UWP meresmikan Gedung E, yang diresmikan sendiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, serta mulai mengembangkan kampus baru di kawasan Jajartunggal.

Saat ini UWP berhasil berkembang menjadi universitas dengan 5 fakultas dengan 15 program studi dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 2.500 mahasiswa aktif. Dengan berbagai tahap pengembangan tersebut, Universitas Wijaya Putra terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Surabaya.

10. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

WhatsApp Image 2025 11 17 at 11.13.30 1
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. (Foto: pmb.uwks.ac.id)

Kampus tertua di Surabaya yang terakhir adalah Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang berdiri pada 19 Juni 1981. Kampus ini dikelola oleh Yayasan Wijaya Kusuma, yaitu yayasan yang sudah berdiri sejak 1980.

Walaupun berdiri pada bulan Juni, UWKS mulai resmi beroperasi pada 21 September 1981 setelah mendapatkan izin operasional dari Kopertis Wilayah VII. Saat itu, UWKS membuka enam fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Pertanian, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Keguruan dan Ilmu Pendidikan—sekarang menjadi Fakultas Bahasa dan Sains.

Pada 1986, UWKS mendirikan Fakultas Kedokteran, menjadikan UWKS sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Jawa Timur yang memiliki Fakultas Kedokteran.

Hingga saat ini, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya telah memiliki 8 fakultas dengan 28 program studi dengan jumlah mahasiswa aktif kurang lebih 9.000 mahasiswa. UWKS terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya 10 kampus tertua di Surabaya ini menunjukkan bahwa tidak hanya menjadi Kota Pahlawan, tetapi juga menjadi pusat berkembangnya pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus-kampus ini terus bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia, terutama di Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniDaftar kampus tertua Surabaya 2026Kampus Tertua Kota SurabayaKota Surabaya hari iniSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
DPRD Jember.

Disebut "Maling" oleh Kuasa Hukum PT Rengganis Rayhan Wijaya, Ketua Komisi C DPRD Jember Siap Tempuh Jalur Hukum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID