LUMAJANG, Tugujatim.id – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi Rabu (19/11/2025) nihil korban jiwa. Kendati demikian, tiga warga mengalami luka bakar akibat terkena abu vulkanik aktif.
Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono saat mengunjungi lokasi terdampak letusan abu vulkanik di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo pada Kamis (20/11/2025).
“Syukur kepada Tuhan, tidak ada nyawa yang melayang,” tegas pejabat tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi kejadian.
Meski demikian, Agus menjelaskan bahwa terdapat tiga warga yang mengalami cedera terbakar akibat terpapar material abu vulkanik bersuhu tinggi dari letusan tersebut.
Ketiga korban luka kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Haryoto yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Nomor 5, Kelurahan Tompokersan.
“Satu orang korban merupakan penduduk berdomisili di Desa Sumbermujur, Candipuro, bernama Hosim atau Dimas. Sedangkan dua korban lainnya tercatat sebagai warga Desa Maron di wilayah Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri,” jelas Agus.
Lebih lanjut, pejabat pemerintahan tersebut menegaskan bahwa prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lumajang saat ini adalah melaksanakan proses evakuasi terhadap masyarakat di sekitar lokasi bencana.
Hal ini mengingat telah ditetapkannya status siaga darurat bencana alam yang berlaku mulai tanggal 19 hingga 25 November 2025.
“Untuk tahap berikutnya, tim kami akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan dan menentukan prioritas perbaikan saat memasuki fase pemulihan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








