SURABAYA, Tugujatim.id – Rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan dan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu (31/05/2026) terbakar. Akibatnya, seorang lansia di Surabaya berinisial TLW, 68, berjenis kelamin perempuan ini tewas diduga akibat menghirup asap pekat.
Saat kebakaran ruko, dia berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap lantai dua bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, petugas menemukan korban setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai dilakukan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Warga Kalipare Malang Dugaan Akibat Api Tungku, Pemilik Rugi Nyaris Setengah Miliar
“Korban ditemukan di depan kamar mandi lantai dua. Kalau melihat kondisi pakaian dan posisinya, kemungkinan korban menghirup asap dalam jumlah banyak. Diduga saat hendak menuju bagian belakang bangunan, jalurnya sudah terhalang api sehingga terjebak,” kata Laksita saat dikonfirmasi.
Kebakaran dilaporkan ke Command Center 112 sekitar pukul 02.22 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, DPKP Surabaya mengerahkan sebanyak 20 unit tempur beserta personel untuk memadamkan.
Menurut Laksita, titik awal kebakaran diketahui berada di lantai dua ruko yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Kobaran api kemudian membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
“Api pertama kali diketahui berasal dari lantai dua. Untuk penyebabnya masih didalami oleh kepolisian,” ujarnya.
Tubuh Korban Terbakar tapi Jasad Masih Dikenali
Sementara itu, Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di depan pintu kamar mandi lantai dua. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, korban diduga sempat berupaya menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi.
“Dari keterangan saksi, saat mengetahui kejadian kondisi lantai dua sudah terbakar. Korban berada di kamar atas dan diduga berusaha menyelamatkan diri. Namun karena api sudah membesar dan asap sangat tebal, korban tidak berhasil keluar dan ditemukan di depan kamar mandi,” katanya.

Menurut Zainur, meskipun tubuh korban mengalami luka bakar, kondisi jasad masih dapat dikenali. Hal itu menguatkan dugaan bahwa korban terlebih dahulu kehilangan kesadaran akibat menghirup asap sebelum akhirnya terpapar kobaran api.
“Korban ditemukan dalam posisi seperti hendak menyelamatkan diri. Dugaan sementara meninggal karena terjebak dan menghirup asap saat kebakaran berlangsung,” ujarnya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan sumber api yang memicu kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Di tengah suasana duka, suami korban, Soei Biantoro Rahardjo, tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan proses evakuasi. Dia mengaku sempat berusaha menolong istrinya yang berada di lantai dua ruko ketika kebakaran terjadi.
Menurut dia, lantai dua ruko tersebut merupakan tempat tinggal korban, sementara dirinya bersama anak mereka tinggal di rumah utama yang berada di belakang bangunan dan terhubung dengan ruko melalui lorong penghubung.
“Saya mau ke atas, tapi atap sudah ambruk. Saya hanya bisa teriak minta tolong agar istri saya diselamatkan. Ruko habis tidak apa-apa, yang penting istri saya selamat,” ujarnya sambil menahan tangis.
Baca Juga: Hasil Labfor Polda Jatim, Penyebab Kebakaran Pasar Baru Tuban Dipicu Korsleting Listrik
Laksita menjelaskan, korban memang memilih tinggal di lantai dua ruko karena tidak nyaman menggunakan pendingin ruangan. Korban sehari-hari hanya menggunakan kipas angin, sedangkan anggota keluarga lainnya tinggal di rumah belakang yang masih terhubung dengan bangunan toko.
Ruko tersebut diketahui digunakan sebagai toko sepeda pada lantai dasar, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai tempat tinggal. Akibat kebakaran, bangunan mengalami kerusakan cukup parah terutama pada bagian lantai dua yang menjadi pusat kobaran api.
Hingga Minggu pagi, petugas kepolisian dan tim identifikasi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan satu lansia di Surabaya ini. Sementara kerugian materiil akibat peristiwa itu masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








