LUMAJANG, Tugujatim.id – Erupsi Gunung Semeru kembali menimbulkan kekhawatiran setelah memunculkan jalur lahar baru yang mengarah ke selatan, di luar jalur erupsi sebelumnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengungkapkan bahwa hingga Rabu malam, sekitar 1.000 warga telah mengungsi ke 11 titik lokasi pengungsian.
“Sampai dengan tadi malam, jumlah pengungsian sekitar 1.000 orang yang tersebar di 11 lokasi. Tujuh lokasi pengungsian berada di Kecamatan Pronojiwo dan empat lokasi di Kecamatan Candipuro,” ujar Agus Triyono saat meninjau SD Negeri Supiturang 02 yang terdampak abu vulkanik, Kamis (20/11/2025).
Jalur Lahar Baru Mengarah ke Selatan
Agus Triyono mengonfirmasi adanya jalur lahar baru yang berbeda dengan erupsi-erupsi sebelumnya. Ia menduga hal ini terjadi karena endapan material erupsi tahun 2021 hingga 2023 yang belum terangkat sepenuhnya oleh aktivitas penambangan.
“Jalur baru ini mengarah ke selatan, di luar jalur kemarin. Bisa jadi karena endapan erupsi sebelumnya belum terambil sehingga lahar mencari jalur baru,” jelasnya.
Terkait perluasan zona merah, Sekda menyatakan hal tersebut masih akan dievaluasi bersama tim geologi. “Zona merah itu berbentuk lingkaran, bukan garis lurus. Kami akan lihat di peta bersama tim geologi,” tambahnya.
Merespons kondisi darurat ini, Bupati Lumajang telah mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Semeru. Kebijakan ini berlaku hingga kondisi dinyatakan aman.
“Tadi malam Ibu Bupati sudah mengeluarkan surat edaran kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas sampai kondisi memungkinkan. Yang penting jangan sampai membahayakan para pekerja tambang,” tegas Agus.
Dusun Sumbersari yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, II, dan I seharusnya tidak boleh dijadikan tempat tinggal permanen. Namun, banyak warga yang kembali menempati rumah-rumah mereka meski sudah mendapatkan hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, usai erupsi tahun 2021 lalu.
“Di hunian tetap itu seharusnya untuk tempat tinggal. Warga mungkin merasa Semeru sudah bersahabat sehingga rumah yang tadinya hanya untuk istirahat saat berladang akhirnya ditempati bermalam,” ungkap Sekda.
Ia menghimbau seluruh warga agar segera menempati huntap yang telah disediakan pemerintah sebelumnya demi keselamatan.
Meski tidak ada korban jiwa, erupsi kali ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Satu korban merupakan warga Dusun Sumbermujur, sementara dua korban lainnya adalah pasangan suami istri ber-KTP Desa Maron, Kabupaten Kediri, yang terjatuh saat melintas di Jembatan Besuk Kobo’an.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ada tiga warga yang dirawat di rumah sakit akibat kejadian ini,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








