JEMBER, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan optimisme Indonesia dapat mencapai swasembada daging lewat inseminasi buatan dalam waktu maksimal empat tahun ke depan. Bahkan, ini berpotensi lebih cepat jika program dilaksanakan secara masif.
Pernyataan ini Khofifah sampaikan pada agenda Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 yang berlangsung di City Forest Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Senin (24/11/2025).
Dalam kunjungan kerjanya, Khofifah memperlihatkan sinergi program peternakan yang berjalan simultan, meliputi vaksinasi PMK, inseminasi buatan (IB), dan pemeriksaan kebuntingan ternak.
Baca Juga: Jatim Tolak Impor Daging, Khofifah: Jangan Turunkan di Jawa Timur, Kami Sudah Surplus
Program ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak termasuk pelaku usaha, perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, asosiasi peternak, HKTI, serta maksimalisasi peran Balai Besar Inseminasi Buatan (BPIP) dan Pusat Veterinaria (Pusvetma).
“Ini menjadi satu paket betapa sesungguhnya sektor peternakan mendapatkan sinergitas dari berbagai elemen,” ujar Khofifah.
Roadmap Swasembada Pangan Nasional
Gubernur dua periode ini memaparkan roadmap ketahanan pangan Indonesia yang ambisius yang meliputi, swasembada beras pada 2025. Selain itu, target ambisius 2026 dengan pencapaian produksi gula.
Khofifah menegaskan, Jatim mendukung swasembada gula dengan dukungan mencapai 58 persen pemenuhan gula untuk konsumsi nasional. Pada 2027-2028, ditargetkan swasembada daging dengan akselerasi program inseminasi buatan secara masif.
“Kalau di Desember ini insyaa Allah Pak Mentan akan mengumumkan bahwa kami sudah swasembada beras. Tahun depan kami ingin maksimalkan untuk Indonesia bisa swasembada gula,” jelas Khofifah.
Dia mengungkapkan fakta bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 58 persen kebutuhan daging nasional. Kondisi ini mendorong perlunya akselerasi program peternakan melalui sinergi antar provinsi yang memiliki kultur peternak kuat.
“Dengan potensi yang ada, kalau kami masif, tiga tahun ke depan sudah bisa swasembada daging. Hitungan kami katakan proses IB sampai kehamilan setahun, jadi sangat realistis,” papar Khofifah.
Gubernur menekankan bahwa program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membangun ketahanan pangan nasional sudah mulai terwujud di Jawa Timur.
“Jawa Timur sudah memasuki kedaulatan pangan. Sinergi dengan provinsi-provinsi lain akan menguatkan obsesi bangsa ini, harapan besar dari Pak Presiden agar kita bisa swasembada pangan,” tutup Khofifah penuh optimisme.
Program terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan penggemuk sapi di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








