MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemkab Mojokerto bakal membangun jembatan darurat di Wonodadi, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim, pasca putus. Nantinya, jembatan darurat bailey dibangun dengan perkiraan waktu pemasangan sekira 2 pekan. Sebelumnya, jembatan Wonodadi putus akibat terjangan arus Sungai Sumberkembar.
Informasi dari Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menyebutkan bahwa jembatan Wonodadi putus pada Rabu (19/11/2025). Debit air sungai saat itu sedang naik akibat intensitas hujan yang tinggi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Jembatan di Wonodadi Mojokerto Kembali Putus
Akibatnya, luapan sungai memiliki daya rusak cukup besar. Volume air ikut menghanyutkan beragam material maupun sampah, termasuk batang pepohonan.
“Maka dari itu, bagian tembok jembatan (bronjong) ikut ambrol sehingga membuat jembatan ambruk dan putus,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Jembatan Sempat Putus Mendadak
Sebelumnya, jembatan ini juga pernah putus mendadak pada Sabtu (15/03/2025). Debit air Sungai Wonodadi yang meningkat akibat guyuran hujan deras diduga menjadi penyebab utama putusnya jembatan di Kutorejo.
Dari informasi yang dihimpun, putusnya jembatan di Kutorejo tersebut terjadi pada Sabtu (15/03/2025), sekira pukul 18.30 WIB. Putusnya konstruksi jembatan tersebut diketahui saat warga tengah berbuka puasa. Sebelumnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas lebat sejak siang menjelang sore hari.
“Beruntung tidak terdapat korban jiwa sebab saat itu pas sepi tidak ada yang melintas (jembatan), warga juga tengah berbuka puasa,” terang Kepala Desa Wonodadi Miskan pada Minggu (16/03/2025).
Sebelum benar-benar putus, pihak desa sebenarnya sudah mendapati tanda-tanda kerusakan konstruksi jembatan pada bulan lalu.
“Bagian kanan dan kiri jembatan, mulai menggantung begitu,” ujar Miskan.
Akibat putusnya jembatan di Kutorejo, pergerakan warga Sumberkembar, Wonodadi menjadi terganggu. Untuk menuju ke dusun atau desa terdekat saja, warga harus memutar sejauh hingga 5 kilometer.
“Untuk menuju balai desa saja harus memutar lewat Sawo dan Sumbertanggul, warga harus menempuh jarak lebih jauh dari biasanya,” jelas Miskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








