JEMBER, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan tegas menolak rencana penurunan impor daging di wilayahnya, meski Indonesia masih mengimpor 58 persen kebutuhan daging nasional.
Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Jember bertajuk Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan Bersama Ibu Gubernur Tahun 2025 yang berlangsung di City Forest pada Senin (24/11/2025).
Khofifah mengungkapkan, meskipun pemerintah merencanakan impor 200.000 ekor sapi betina bunting dan masih mengimpor 78 persen kebutuhan susu nasional, Jawa Timur memiliki posisi khusus dengan populasi sapi potong tertinggi mencapai 3,11 juta ekor.
“Saya langsung minta tolong dicoret itu,” ujar Khofifah tegas saat mengetahui ada rencana penurunan impor daging dari India dan Australia di Bandara Dhoho.
“Kalaupun pemerintah impor, jangan ada impor daging yang diturunkan di Jawa Timur karena kita sudah surplus daging. Nanti akan mengganggu produktivitas para peternak sapi potong kita,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung komprehensif tersebut melibatkan lintas institusi, profesi, hingga perguruan tinggi untuk gerakan bersama melakukan inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, dan vaksinasi ternak.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik arahan Gubernur Jatim dengan menyatakan kesiapan penuh mendukung program ketahanan pangan. Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu bahkan merencanakan program desa tematik untuk sapi, kambing, dan domba pada 2026.
“Jember adalah kabupaten dengan jumlah penduduk besar, mayoritas petani dan peternak. Jember siap mensukseskan target Indonesia Emas, terutama di bidang pertanian dan pangan,” ujar Gus Fawait.
Langkah tegas Gubernur Khofifah ini dinilai sebagai upaya melindungi peternak lokal dari dampak negatif impor yang berpotensi menurunkan harga jual ternak domestik, sekaligus memaksimalkan potensi peternakan Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar populasi sapi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








