Tugujatim.id – Sepanjang 2025, dunia diguncang serangkaian bencana alam terbesar yang menelan ribuan korban jiwa dan meninggalkan kerusakan luar biasa. Mulai dari kebakaran hutan di Amerika Serikat, gempa dahsyat di Asia, hingga banjir dan longsor mematikan di Indonesia, tahun ini menjadi salah satu periode paling kelam dalam catatan bencana global.
Berikut rangkuman lima bencana alam terbesar yang mengguncang dunia selama 2025.
1. Kebakaran Hutan California Selatan
Awal 2025 dibuka dengan bencana besar di Amerika Serikat. Kebakaran hutan California Selatan yang melanda wilayah metropolitan Los Angeles sejak 7 hingga 31 Januari 2025 menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam dua dekade terakhir.
Dipicu oleh angin Santa Ana yang kencang, kelembapan yang sangat rendah, dan suhu panas ekstrem, api dengan cepat membakar kawasan perbukitan dan permukiman padat.
Baca Juga: PMI Jember Kirim 100 Kantong Darah untuk Korban Longsor Sumatra-Aceh
Sedikitnya 28 orang tewas dengan lebih dari 200.000 warga mengungsi. Ribuan rumah dan bangunan hancur terbakar. Langit Los Angeles berubah menjadi oranye pekat selama berhari-hari, menandai betapa luasnya area yang terbakar.
Sejumlah selebriti seperti Paris Hilton dan Mandy Moore ikut terdampak, karena lingkungan tempat tinggal mereka berada di jalur api. Pemerintah California menetapkan kondisi darurat bencana skala besar.
2. Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Tibet
Pada 7 Januari 2025, wilayah Tingri di Daerah Otonom Tibet, Tiongkok, diguncang gempa bumi berkekuatan 7,1 Magnitudo pada kedalaman 10 km. Gempa terjadi pukul 09.05 CST dan menjadi salah satu gempa paling fatal dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Himalaya.
Menurut USGS, gempa ini dipicu patahan normal dengan komponen geser minor pada struktur patahan yang menjalar dari utara ke selatan. Guncangan terasa hingga Nepal dan sebagian India.
Gempa ini menewaskan 126 orang, melukai 351 lainnya, dan menyebabkan banyak desa terisolasi karena kerusakan jalan di area pegunungan dengan ketinggian 4.500 meter. Proses evakuasi semakin sulit akibat longsor susulan dan cuaca ekstrem.
3. Gempa Dahsyat Myanmar 7,7 SR
Gempa 7,7 Magnitudo yang mengguncang wilayah Sagaing, Mandalay, Myanmar, pada 28 Maret 2025 menjadi salah satu bencana paling mematikan tahun ini. Lindu kuat ini dikategorikan sebagai doublet earthquake karena diikuti beberapa guncangan besar dalam waktu berdekatan.
Ribuan bangunan runtuh, termasuk rumah, fasilitas publik, dan rumah ibadah. Mandalay menjadi wilayah paling parah terdampak. Gempa ini menewaskan lebih dari 2.000 orang, melukai 3.400 warga, dan membuat setidaknya 300 orang hilang.
Pemerintah setempat memperkirakan jumlah korban bisa mencapai 10.000 jiwa setelah proses pencarian di wilayah terpencil selesai.
Dampak gempa juga terasa hingga Thailand. Di Bangkok, 17 orang tewas, 32 luka-luka, dan 83 warga hilang. Infrastruktur publik rusak di 18 provinsi, termasuk rumah, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas pemerintah.
4. Longsor Dahsyat Sudan: 1.000 Orang Tewas, Hanya 1 Selamat
Bencana mematikan terjadi di Desa Tarasin, Pegunungan Marrah, Darfur Tengah, Sudan Barat, pada 31 Agustus 2025. Hujan deras berhari-hari memicu longsor besar yang meratakan seluruh desa.
Laporan awal menyebut lebih dari 1.000 warga tewas, dan hanya satu orang ditemukan selamat. Akses menuju lokasi sangat sulit karena medan pegunungan dan kondisi konflik yang berlangsung di wilayah Darfur.
Longsor ini disebut sebagai salah satu yang paling fatal dalam sejarah Sudan. Pemerintah Sudan mengeluarkan permintaan bantuan internasional untuk mempercepat proses pencarian dan penanganan korban.
5. Banjir Bandang dan Longsor Melanda Sumatra Barat, Sumut, dan Aceh
Bencana besar melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada Rabu (26/11/2025), hujan ekstrem yang berlangsung berhari-hari memicu banjir bandang dan tanah longsor di ratusan titik.
BMKG menyebut cuaca ekstrem ini diperkuat oleh sistem siklon tropis dan bibit siklon di sekitar Selat Malaka dan Laut Sulu, sehingga curah hujan meningkat tajam.
Dampak bencana alam terbesar ini sangat luas. Hingga 8 Desember 2025, BNPB mencatat lebih dari 950 korban meninggal, 5.000 luka-luka, dan 274 masih hilang. Jumlah pengungsi melonjak hingga 850 ribu jiwa, sementara total 52 kabupaten dan kota terdampak langsung.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Mengintai, Pemprov Jatim Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Akhir Tahun
Kerusakan infrastruktur pun masif. Ada 156 ribu rumah rusak, 435 jembatan putus, 1.200 fasilitas umum terdampak, dan 534 sekolah tidak dapat beroperasi.
Banyak wilayah terisolasi akibat putusnya akses jalan dan jembatan. Empat bupati di Aceh menyatakan ketidaksanggupan daerah mereka menangani darurat bencana ini dan mengajukan permohonan bantuan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Presiden kemudian meninjau langsung lokasi terdampak di Bireuen dan menugaskan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin satgas perbaikan jembatan serta percepatan penanganan wilayah bencana.
Hingga kini, pencarian korban dan distribusi bantuan terus berlangsung. Pemerintah juga mengerahkan tenaga kesehatan dan memperkuat pengiriman logistik lewat jalur udara.
Dengan begitu, rangkaian bencana alam sepanjang 2025 menjadi pengingat bahwa perubahan iklim, kerentanan geologi, dan kerusakan lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi dunia. Dari Asia hingga Amerika, setiap bencana meninggalkan duka mendalam dan menuntut peningkatan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








