• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Kota Malang.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Malang Suparno. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Kurang Optimal, DPRD Kota Malang Soroti Pemkot Kewalahan Atasi Banjir Akibat Praktik Alih Fungsi Lahan

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengevaluasi penanganan banjir pada Senin (08/12/2025). Terungkap, Pemkot Malang kewalahan menangani banjir akibat banyaknya praktik alih fungsi lahan.

Selain intensitas hujan tinggi, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Malang Suparno mengatakan, penyebab banjir karena menurunnya fungsi saluran air. Dia mengatakan, banyak ukuran saluran air menyempit akibat sedimen, sampah, maupun bangunan liar.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Saat Sekda Tak Hadiri Evaluasi Penanganan Banjir di Rakor DPRD Kota Malang

“Resapan air kami juga berkurang. Hampir di setiap gang sudah tidak ada tanah, sudah alih fungsi lahan sehingga air tidak meresap,” ungkapnya.

Karena itu, dia melanjutkan, pentingnya menguatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga lingkungan. Dengan demikian, dia mengatakan, alih fungsi lahan di Kota Malang tidak terus berkembang.

“Di Kota Malang, banyak sawah kini beralih fungsi menjadi perumahan,” ucapnya.

Akibatnya, dia mengatakan, angka ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang berkurang. Suparno menyebut, RTH di Kota Malang tersisa sekitar 11 persen. Padahal, dia mengatakan, regulasinya harus mencapai 30 persen luas daerah.

Idealnya, dia melanjutkan, perlunya penegakan regulasi secara tegas. Baik untuk penertiban fungsi lahan hingga bangunan liar di atas saluran air maupun permukiman tepi sungai.

“Ini problema sosial yang betul-betul harus kami hitung, terutama di bantaran sungai. Kalau mau kencang dengan aturan, 15 meter bibir sungai harus bersih permukiman,” ujarnya.

Untuk penertiban permukiman di daerah aliran sungai (DAS), dia menyebut, kendala pemda yaitu kewenangan. Dia mencontohkan, permukiman di DAS Brantas tidak bisa ditindak karena kewenangan BBWS pusat.

Suparno mengatakan, Pemkot Malang belum pernah menegakkan perda soal keberadaan bangunan atau permukiman di area DAS Brantas.

“Sepanjang saya di sini, belum ada (penegakan perda),” ujarnya.

Dia tidak memungkiri banjir selalu terjadi di Kota Malang setiap tahun. Karena itu, road map mulai pra, penanganan bencana, dan pasca bencana harus dirancang matang.

Untuk diketahui, BPBD Kota Malang mencatat, ada 39 titik banjir yang menggenangi ruas jalan dan permukiman Kota Malang pada Kamis (04/12/2025). Bahka, ada belasan rumah warga rusak.

Penanganan Banjir Berdasar Kondisi Faktual di Lapangan

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak pemkot merancang road map penanganan bencana banjir. Dia memandang penanganan banjir di Kota Malang selama ini tidak optimal.

“Banjir itu perlu dimitigasi. Kalau mitigasi saja masih berantakan baik pra, bencana, dan pasca bencananya, apa yang sebetulnya dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, penanganan banjir Kota Malang harus berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Dia menekankan, road map penanganan banjir harus berdampak nyata.

“Kalau nggak dimulai, kapan banjirnya selesai. Kalau gini-gini aja ya penanganan banjir ya akan percuma karena tidak memiliki konsep yang baik,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Sholeh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Alih fungsi lahan di Kota MalangBerita DPRD Kota MalangBerita DPRD Kota Malang terbaruBerita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniMalangPraktik alih fungsi lahan di Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
BPBD Tuban.

BPBD Tuban Catat 76 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Berserakan di Sejumlah Titik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID