• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pertanian Jember

Ilustrasi luas sawah pertanian Jember kehilangan 27 ribu hektar. (Foto: freepik.com)

Alarm Keras! Pertanian Jember Kehilangan 27 Ribu Hektare Sawah

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
7 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pertanian Jember kehilangan 27 Ribu hektare sawah. Fenomena menyusutnya area pertanaman dan hasil panen padi di Kabupaten Jember selama tahun 2025 kini menimbulkan kecemasan tersendiri.

Situasi ini bukan sekadar membahayakan stabilitas ketersediaan lokal, melainkan juga berpotensi mengacaukan proyeksi pendanaan serta rancangan kegiatan agrikultur untuk periode mendatang.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

Otoritas setempat didesak untuk mengambil langkah antisipatif sebelum kecenderungan menurun ini berkembang menjadi bencana produktivitas.

Informasi dari Dinas TPHP Kabupaten Jember memperlihatkan bahwa sampai akhir November 2025, kawasan persawahan yang ditanami baru menyentuh angka 139.613 hektare atau mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 166.807 hektar.

Dampaknya, total hasil gabah kering siap panen (GKP) juga mengalami kontraksi dari 988.885 ton di tahun 2024 menjadi 934.403 ton. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Jember, Luhur Prayogo, menegaskan bahwa kemerosotan ini bukan fenomena alamiah yang bersifat sementara.

“Angka hasil panen menjadi fondasi dalam merancang seluruh bentuk dukungan sektor pertanian. Ketika terjadi penurunan semacam ini, struktur pembiayaan dan arah kebijakan kita perlu diperbaharui,” jelasnya.

Menurutnya, kalkulasi kebutuhan pupuk bersubsidi, pengembangan infrastruktur pengairan, hingga estimasi stok pangan wilayah memerlukan revisi menyeluruh.

“Apabila tidak segera dibenahi, konsekuensinya adalah ketidaktepatan regulasi dan ketidakefektifan program,” tambahnya.

Luhur mengidentifikasi berbagai kemungkinan penyebab, termasuk anomali cuaca, hambatan dalam penyediaan sarana produksi di kuartal awal, serta transformasi strategi budidaya dari para petani. Kajian komprehensif tengah disiapkan guna memastikan perencanaan tahun 2026 lebih presisi.

“Penyusutan sekitar 55 ribu ton GKP ini tidak bisa kita anggap remeh. Ini merupakan sinyal peringatan yang serius,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian maksimal. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, berkurangnya hamparan sawah sekitar 27 ribu hektare tidak semata-mata disebabkan oleh permasalahan teknis operasional.

“Kami menduga telah terjadi konversi lahan pertanian subur dalam skala besar,” ungkap Candra.

Ia menekankan bahwa realitas ini sangat menghambat pencapaian agenda kedaulatan pangan baik tingkat nasional maupun lokal. Candra mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan Jember sebagai kawasan strategis dalam program kemandirian pangan.

“Namun bila tanah-tanah subur terus berkurang, bagaimana mungkin sasaran tersebut dapat diwujudkan?” tanyanya.

Dirinya mendesak Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengintensifkan bantuan fasilitas pertanian, mencakup sistem pengairan, penguatan kompetensi penyuluh lapangan, serta kelancaran distribusi pupuk bersubsidi.

“Kami mencatat berbagai hambatan yang dirasakan petani, khususnya terkait iklim dan keterbatasan input produksi. Namun hal ini tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan pencapaian target,” katanya.

Penyusutan lahan pertanian juga diperkirakan akan mengurangi volume pembelian gabah oleh Bulog, yang tahun lalu menempatkan Jember sebagai salah satu penyokong utama di Provinsi Jawa Timur.

“Bila produksinya menurun, otomatis volume pembelian ikut terimbas. Bulog harus bertindak responsif saat musim panen supaya penyerapan tetap maksimal,” ujar Candra dengan tegas.

Candra juga mengkritisi permasalahan penataan wilayah yang menyebabkan konversi lahan sulit dikontrol. Ia menekankan pentingnya percepatan finalisasi RTRW dan RDTR sebagai instrumen penjaga agar lahan pertanian produktif tidak terus terkikis oleh ekspansi properti residensial.

“Kami tidak anti terhadap penanaman modal. Namun mengubah fungsi lahan produktif adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

RTRW, lanjut Candra, akan menjadi dokumen acuan utama yang mengatur kawasan investasi sekaligus melindungi lahan pangan berkelanjutan (LP2B).

“Dengan penataan ruang yang tegas, investor mendapat kepastian, petani terlindungi, dan ketahanan pangan kita pun terjamin,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberJemberKabupaten JemberPemkab Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
perempuan

Suami Dibui Kasus Narkoba, Perempuan di Pasuruan Edarkan Sabu Dalih Bayar Utang 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID