TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban terus memperkuat langkah pelestarian budaya lokal. Melalui empat fokus utama, dinas berupaya memastikan seni tradisi tidak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Disbudporapar Tuban M. Emawan Putra menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dilakukan setengah hati.
Baca Juga: Siraman Waranggono Kembali Digelar di Tuban, Tradisi Sakral Bangkit usai 6 Tahun Vakum
“Kami diminta untuk selalu uri-uri budaya. Empat hal inilah fondasi penting agar kesenian kami tidak punah dan tetap eksis,” ujarnya.
1. Perlindungan: Memberi Payung Hukum dan Identitas
Tahap pertama adalah perlindungan kesenian melalui sertifikasi, pengajuan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), hingga upaya memasukkan kesenian Tuban sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Kalau sudah WBTB itu, seni budaya menjadi milik kami. Tidak hilang, tidak diklaim, dan terlindungi secara hukum,” katanya.
2. Pelestarian: Menjaga Pakem agar Tetap Hidup
Pelestarian dilakukan dengan memastikan setiap tradisi, seperti Tayub, Sindir, hingga Waranggono, tetap digelar secara konsisten dan sesuai pakem.
“Yang sudah ada ini jangan sampai punah. Harus dilestarikan dan dijaga nilai-nilai sakralnya,” jelas Emawan.
Dia menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan bentuk luar, tetapi juga merawat filosofi yang menghidupi tradisi tersebut.
3. Pembinaan: Memperkuat SDM dan Komunitas Seni
Pilar ketiga adalah pembinaan pelaku seni dan lembaga yang menaunginya. Disbudporapar mendorong adanya komunitas yang kuat, mulai dari waranggono, pramugari tayub, hingga pengrawit.
“Kami lakukan pembinaan baik secara kelembagaan maupun SDM. Agar tampilan para pelaku seni itu terstandarisasi, lebih rapi, lebih siap,” ungkapnya.
4. Pengembangan: Menjadikan Seni Bagian dari Daya Tarik Wisata
Pengembangan meliputi peningkatan kualitas tampilan—baik tata busana, gerak, hingga musik—agar kesenian semakin menarik bagi penonton maupun wisatawan.
“Kalau daya tariknya semakin bagus, seni budaya ini bisa dijual kepada wisatawan. Tidak hanya lestari, tapi punya nilai ekonomi lebih tinggi,” tegas Emawan.
Dengan empat pilar tersebut, disbudporapar berharap seni tradisi Tuban tidak hanya tetap hidup, tetapi juga menghidupi masyarakat.
“Harapan kami, kesenian ini bisa menggerakkan roda perekonomian di bawah. Budaya lestari, masyarakat ikut sejahtera,” pungkas Emawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








