• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Siraman Waranggono.

Proses siraman Waranggono di kawasan Wisata Pemandian Sumber Mata Air Bektiharjo, Kabupaten Tuban, Rabu (10/12/2025). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Siraman Waranggono Kembali Digelar di Tuban, Tradisi Sakral Bangkit usai 6 Tahun Vakum

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Setelah enam tahun tanpa gaung, ritual siraman waranggono akhirnya kembali digelar di kawasan wisata Pemandian Bektiharjo, Kabupaten Tuban, Jatim, Rabu (10/12/2025). Suasana sakral terasa sejak rombongan waranggono, baik para senior maupun generasi mudanya—berjalan memasuki area pemandian dengan iringan gamelan Jawa yang lembut.

Rangkaian dimulai dari kirab hasil bumi, lalu dilanjutkan dengan prosesi utama: penyiraman sembilan waranggono menggunakan air dari tujuh mata air yang sebelumnya telah dihimpun dalam satu wadah. Salah satu sumber air berasal dari mata air Bektiharjo sendiri yang dianggap memiliki nilai historis bagi ritual ini.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Baca Juga: Wisata Kayangan Api Bojonegoro, Punya Fenomena Mistik Hingga Peran di Dunia Modern!

Di bawah rimbun pepohonan dan bebunyian gamelan, prosesi penyiraman berlangsung khidmat. Para waranggono, khususnya generasi muda, disiram sebagai simbol pembersihan diri dan harapan agar profesi mereka tetap lancar, langgeng, dan membawa keberkahan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Tuban M. Emawan Putra menyebutkan, prosesi siraman waranggono terakhir digelar sekitar 2018 atau 2019. Dia mengatakan, kini tradisi yang sempat terhenti tersebut dihidupkan kembali dengan standar baru.

“Ini merupakan ritual bermunajat agar dihindarkan dari marabahaya dan diberikan anugerah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelasnya.

Siraman Waranggono Tuban.
Rangkaian dimulai dari kirab hasil bumi sebagai wujud syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Emawan menegaskan, pembenahan pola pelaksanaan menjadi fokus utama agar siraman benar-benar kembali pada pakem dan nilai sakralnya. Ketika penyelenggaraan sudah tertib dan sesuai tradisi, dia optimis ritual ini memiliki daya tarik wisata yang kuat.

Dalam penjelasannya, Emawan juga mengungkapkan bahwa Waranggono, Langen Tayub, atau Sindir/Lang Tayi belum mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya literasi dan pengenalan tentang ciri khas kesenian Tuban kepada para juri.

“Ciri khas Tuban itu harus kami tonjolkan. Mungkin itu yang belum terbaca para juri,” ujarnya.

Siraman Waranggono di Tuban.
Prosesi siraman waranggono muda sebagai simbol pembersihan diri dan harapan agar profesi mereka tetap lancar, langgeng, dan membawa keberkahan.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dia meminta seluruh pegiat seni untuk bersama memperkuat referensi dan identitas kesenian lokal agar layak diusulkan kembali sebagai WBTB.

Selain itu, Emawan menekankan perlunya menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada pagelaran seni tayub. Menurut dia, waranggono harus dipandang sebagai subjek seni, bukan objek hiburan semata.

“Mereka ini ibarat diva. Harus kami muliakan,” tegasnya.

Dia juga meminta agar praktik-praktik yang memberi kesan negatif di sekitar pagelaran, misalnya aktivitas non-seni yang tidak relevan dan dihilangkan total.

WhatsApp Image 2025 12 10 at 12.50.29 1
Warga memadati prosesi siraman waranggono di Tuban.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Hidupnya kembali siraman waranggono ini menjadi momentum penting bagi pelestarian seni tradisi Tuban. Selain menghadirkan seluruh waranggono asli Tuban, prosesi ini fokus memperkuat filosofi awal tradisi: memohon berkah, keselamatan, dan pembersihan diri.

“Ini kami jadikan role model agar setiap ritual budaya tetap memiliki nilai sakral. Bukan untuk guyonan, tapi serius memohon perlindungan kepada Allah SWT,” tandas Emawan.

Dengan komitmen memperkuat komunitas seni, memperbaiki stigma, dan membangun regenerasi, siraman waranggono kini bukan sekadar ritual tahunan—tetapi langkah besar menjaga martabat dan warisan budaya Tuban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniKabupaten Tuban hari iniProsesi siraman waranggonoSiraman Waranggono di TubanTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Sekolah di Jember.

Pengawasan Revitalisasi Sekolah di Jember Lemah Ancam Kredibilitas Daerah di Mata Pemerintah Pusat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID