MOJOKERTO, Tugujatim.id – Limbah berbahaya dan beracun sejumlah 105 ton di Pungging, Mojokerto tidak lama lagi dibersihkan, ditarget sebelum tahun berganti. Hal ini mengacu dari hasil koordinasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mojokerto, DLH Jawa Timur serta DLH Jombang.
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Mojokerto, Elia Sutanti, mengatakan bahwa pembersihan limbah yang dimaksud mendapat fasilitasi baik dari DLH Jawa Timur serta Jombang.
“Sebelum Desember 2025 berakhir harus beres. Rencana limbah akan dikirim ke PT Semen Indonesia di Tuban,” terangnya, Senin (15/12/2025).
Sebelum dilakukan pembersihan, limbah ini harus melewati proses penonakrifan gas amoniak. Sementara, terpal penutup limbah dibuka pada Kamis (11/12/2025) lalu limbah tersebut dibiarkan kurang lebih hingga 2 minggu.
BACA JUGA: Hujan Deras di Jember Robohkan Atap Rumah Warga
“Kami terus memperkuat koordinasi untuk memantau kondisi (limbah) secara berkala, sekaligus memastikan pembersihan ini berjalan lancar,” tandas Elia.
Sebelumnya, tumpukan karung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan dibuang sembarangan di Pungging, Kabupaten Mojokerto. Timbunan limbah ini diduga berasal dari dari kawasan Jombang. Tak pelak, warga dibikin geger akibat temuan limbah berbahaya yang dibuang sembarangan di ruang terbuka ini.
Saat dilakukan verifikasi lapangan oleh DLH Kabupaten Mojokerto, begitu masuk ke lokasi, tercium aroma yang begitu menyengat serta membuat mata pedih. Keterangan yang digali oleh pihak DLH dari warga setempat, bau menyengat mulai terasa dalam waktu 1 bulan terakhir.
BACA JUGA: Saat Siswa SDN Jember Lor 3 Simulasi Kedaruratan Bencana
Sementara itu, dari asesmen DLH, karakteristik limbah abu peleburan aluminium ini sangat berbahaya. Selain itu, limbah ini ketika masih aktif bentuknya seperti pasir halus lembut berwarna abu-abu. Ketika limbah ini dalam kondisi kering, cenderung tidak berbau.
Namun, lama kelamaan, limbah abu peleburan alumunium ini memadat seperti batu atau semen. Karakter ini yg kemudian seringkali dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan urugan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








