MALANG, Tugujatim.id – Kamu pencinta kuliner legit di Kota Malang? Jangan sampai kamu melewatkan jajanan tradisional Surabi Imut Malang ya! Sebab, jajanan tradisional yang legendaris ini dibanderol harga murah dan cocok untuk Gen-Z yang ingin nongkrong asyik.
Surabi Imut bertempat di Jalan Cokroaminoto Gang IV, tepatnya di depan Pasar Klojen. Tidak hanya menjual surabi saja, kedai ini juga menawarkan pisang bakar dan yoghurt home made, loh.
Ketika kamu memasuki gang menuju kedainya, wangi khas surabi yang dibakar langsung tercium hingga begitu menggugah selera. Makin penasaran gimana rasanya?!
Baca Juga: Kuliner Malam Sego Goreng Resek Pak Man di Malang, 66 Tahun Berdiri Tak Pernah Pelit Topping
Sejarah Berdirinya Surabi Imut Malang
Awalnya, kedai Surabi Imut hanya menjual yoghurt home made sejak 2000. Sugeng Sugiarto, pemilik kedai Surabi Imut, menceritakan awal mula berdirinya kedai ini.
“Pertama kali kami buka pada 2000 yang jual yoghurt. Saya pertama kali bawa dari Bandung dan waktu itu banyak orang yang belum tahu,” kata pemilik kedai yang akrab disapa Pak Geng ini pada Kamis (18/12/2025).
Motivasi Pak Geng membuka kedai yoghurt karena ingin memiliki hasil yang bisa dikembangkan dari perjalanannya ketika merantau ke Bandung. Kemudian pada 2004, Pak Geng dan kakaknya, Hariyanto mengembangkan kedainya dengan menambahkan surabi imut dan pisang bakar pada menu.

“Awalnya, kami jualan cuma satu meja di depan gang dan menunya masih sedikit. Kemudian, kami tarik mundur dalam gang ketika pelanggannya sudah mulai ramai,” ujar Pak Geng.
Dia melanjutkan bahwa saat itu harga surabi masih sangat murah.
“Tahun segitu harganya masih seribu dan menunya masih sedikit,” kata Pak Geng.
Pembukaan Cabang Kini Tinggal Harapan
Pada 2006, Surabi Imut memiliki cabang di Jalan Trunojoyo, dekat Stasiun Malang Kota Baru. Cabang tersebut bertahan selama 15 tahun hingga pandemi Covid usai. Pak Geng mengatakan, cabang ditutup karena masa kontrak telah habis.
“Waktu itu kontraknya habis, mau diteruskan, tapi yang punya nggak mau melanjutkan karena mau dipakai sendiri,” kata Pak Geng.

Meskipun begitu, bapak berusia 50 tahun itu masih memiliki impian untuk membuka cabang lagi suatu saat nanti.
“Insyaa Allah kalau ada rezeki mau buka cabang lagi,” harap Pak Geng.
Wajib Cobain Yoghurt Home Made
Kalau sedang berkunjung ke daerah Pasar Klojen, Kota Malang, kamu wajib mencoba yoghurt dan surabi imut Malang milik kakak adik ini.
Yoghurt yang ditawarkan merupakan hasil home made dengan bahan pilihan dan tanpa pengawet. Pemilihan bahan sangat diperhatikan dengan menghadirkan bakteri yoghurt langsung dari Bandung dan produk susu asli Batu.
Begitu pula dengan surabi imut yang menjadi primadona kedai ini, bahan-bahan yang digunakan berasal dari bahan berkualitas, tanpa pengawet, dan tanpa pengembang.

“Kami murni menggunakan tepung beras sama kelapa, nggak ada pengembang dan bahan pengawet, tapi sampai besok masih bisa bertahan,” kata pria berusia 50 tahun itu.
Pak Geng mengatakan, pembelian tungku surabi juga didatangkan langsung dari Bandung untuk menjaga keaslian bentuk surabi imut ini.
“Tungkunya dari Bandung juga karena di sini tidak ada,” ujar Pak Geng.
Keunikan Surabi Imut Malang
Surabi Imut memiliki beberapa keunikan yang membuatnya berbeda dari surabi lainnya. Pak Geng mengatakan, perbedaan surabi ini dengan surabi lainnya ialah berbagai varian topping yang ditawarkan.
“Mungkin memang banyak yang jual surabi, tapi pakai santan dan gula merah. Kalau kami main topping yang beragam untuk menarik anak muda-muda,” jelas Pak Geng.
Dia mengatakan, dahulu mereka menggunakan arang untuk membakar surabi, tetapi seiring berjalannya waktu, arang mulai sulit dicari, sehingga mereka beralih menggunakan gas elpiji.

“Dulu kami bakarnya pake arang jadi aromanya lebih nikmat, sekarang agak sulit jadi pakai gas jadi aromanya beda,” kata Pak Geng.
Dia juga mengatakan kalau mungkin bagi pelanggan lebih suka surabi imut yang dibakar menggunakan arang.
“Untuk pelanggan mungkin memang lebih enak yang pakai arang, tetapi kalau buat kami pakai gas juga punya kelebihan tersendiri, bisa diatur besar kecil apinya biar tidak terlalu gosong,” tutur Pak Geng.
Jam Operasional dan Harga Surabi Imut
Untuk mengunjungi Surabi Imut, kamu bisa cari tempatnya melalui Google Maps dengan alamat Jalan Cokroaminoto Gang IV atau kamu dapat menemukannya dengan patokan daerah depan Pasar Klojen.
Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Untuk Surabi Imut kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp2.500-Rp10.000 saja.
Varian yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari yang bertopping manis, seperti cokelat, srikaya, pisang, kacang, durian, dan lain-lain hingga bertopping asin, seperti telur, sosis, keju, oncom, hingga daging.

Sedangkan untuk pisang bakar, kamu bisa mendapatkan berbagai varian topping manis hanya dengan harga Rp4.000-Rp6.000.
Untuk menikmati surabi imut dan pisang bakar, tentunya kamu membutuhkan minum yang menyegarkan. Kamu bisa mencoba yoghurt dengan berbagai varian rasa, seperti strawberry, mangga, anggur, dan mocca.
Tidak hanya yoghurt, kedai ini juga menawarkan minuman lain yang dapat menyegarkan dengan harga mulai dari Rp3.000-Rp8.000.
Informasi untuk kamu, pembayaran di kedai ini hanya bisa dilakukan dengan uang tunai, ya!
Tips Pertahankan Usaha Tradisional di Era Modern
Pak Geng menjelaskan strateginya untuk mempertahankan usaha jajanan tradisional ini di era yang serba modern.
“Dari dulu kami emang nggak pernah mengubah cita rasa. Kalau waktu harga bahan baku naik, ya harganya ikut naik, tapi tidak mengubah resep,” kata Pak Geng.
Dia mengatakan tidak banyak mengambil untung agar pengunjung tetap berdatangan untuk merasakan kenikmatan surabinya.
“Kami lebih baik ngambil untung dikit, tapi orang-orang terus datang daripada untung banyak tapi orang-orang cuma sekali datang,” kata Pak Geng.
Dia juga mengatakan, berusaha menjaga porsi sajian di tengah kenaikan harga bahan pokok.
“Kami berusaha untuk mempertahankan rasa dan kualitas surabi, serta meningkatkan pelayanan dengan menambah varian topping,” ujar Pak Geng.

Hal itu sesuai dengan tujuan kedai ini, yaitu menghadirkan makanan tradisional untuk dapat dikonsumsi oleh Gen Z. Sayangnya, kedai ini tidak memiliki konsep pemasaran secara digital melalui platform media sosial atau pemesanan online.
Pak Geng mengatakan, dia dan kakaknya tidak sempat untuk membuka HP ketika sudah berada di dapur.
“Kami tidak ada media sosial, untuk Gofood Shopeefood juga kami nggak pakai, karena nggak punya waktu harus pegang HP terus,” jelas Pak Geng.
Ini karena memasak Surabi Imut Malang juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri agar tidak gosong dan rasanya tetap nikmat. Karena itu, Pak Geng memperbolehkan pelanggan membuat konten di kedainya untuk bisa membantu promosi.
Pak Geng berharap untuk keberlanjutan kedai ini. Dia juga berdoa semoga para pelanggan selalu bisa menerima cita rasanya.
“Selain bisa buka cabang lagi suatu hari nanti, semoga surabi imut selalu bisa diterima pelanggan,” harap Pak Geng.
Sementara kakaknya, Hariyanto mengutarakan harapannya untuk dapat menarik pelanggan.
“Harapannya bisa nambah varian topping lagi untuk menarik anak-anak muda,” kata Hariyanto.
Review Pelanggan Surabi Imut
Pelanggan setia Surabi Imut, Rulia, menjelaskan bahwa dia sudah menjadi pelanggan sejak SMP.
“Saya sudah menjadi pelanggan di sini sejak SMP dan tidak pernah bosan,” kata Rulia.
Dia sangat menyukai rasa Surabi Imut dan harganya terjangkau.
“Surabi Imut menjadi salah satu kuliner favorit saya, karena rasanya enak dan harganya murah,” ujar Rulia.
Dia mengatakan, ada menu favorit dengan rasa srikaya karena enak dan tidak terlalu manis.
“Rasa favorit saya srikaya sih, karena enak dan tidak terlalu manis,” kata Rulia.

Di samping itu, ada pelanggan baru, Agung yang baru pertama kali berkunjung ke Surabi Imut.
“Sebelumnya nggak pernah ke sini, cuma tahu saja karena sering lewat,” kata Agung.
Dia mengatakan penasaran ingin mencoba Surabi Imut ini karena sering lewat.
“Saya ngajak makan keluarga iseng-iseng mampir gitu, ternyata enak juga,” kata Agung.
Dia cukup terkejut dengan porsi Surabi Imut yang cukup mengenyangkan.
“Ternyata lumayan juga porsinya, jadi beberapa akhirnya dibawa pulang saja,” ujar Agung.
Tunggu Apa Lagi? Yuk, Cobain Kuliner Legendaris Surabi Imut!
Selama 25 tahun berdiri, kedai yoghurt dan surabi imut ini mencoba untuk mempertahankan rasa yang lezat dan harga terjangkau. Tidak heran jika banyak orang memilih makanan dan minuman ini sebagai kuliner favoritnya.
Kedainya yang bersih, rapi, dan menawarkan suasana tenang di tengah kota dapat menjadi pilihan untuk nongkrong di sore hari bersama teman-teman dan keluarga. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk segera coba yoghurt, Surabi Imut Malang, dan pisang bakar di kedai ini ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh & Nailatul Minna/Magang
Editor: Dwi Lindawati








