• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemotongan BLT.

Kantor Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember atas dugaan pemotongan BLT Kesra karena ada warga mengaku dipungut ratusan ribu rupiah. (Foto: Istimewa)

Dugaan Pemotongan BLT Kesra, Warga Jember Dipungut Aparatur Desa hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Polemik mencuat di wilayah Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jatim, setelah muncul indikasi adanya praktik pemotongan tidak resmi terhadap dana Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Bahkan, ada warga mengaku terdampak pemotongan BLT ini.

Seorang aparatur desa yang berinisial SH menjadi sorotan atas tuduhan tersebut. Kasus dugaan pemotongan BLT ini terungkap setelah salah satu warga penerima bantuan bernama Dewi, bukan nama sebenarnya, menceritakan pengalamannya.

You might also like

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

15/06/2026 8:24 PM
Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM

Baca Juga: Hore! 33 Ribu Warga Tuban Masuk Daftar Pengganti Penerima BLT Sementara

Perempuan tersebut menyatakan bahwa dirinya diminta menyerahkan sejumlah uang berkisar antara Rp200.000-Rp250.000 kepada SH sebagai syarat untuk dapat mengambil dana bantuan.

“Ada yang mendatangi saya dan menyampaikan bahwa setelah dana diterima, Pak Holik harus diberi uang Rp200.000 sebagai biaya transportasi. Waktu kami berangkat ke Kantor Pos Mayang secara berkelompok, Pak Holik memang menemani kami,” ungkap Dewi saat dikonfirmasi pada Kamis (18/12/2025).

Dewi mengonfirmasi bahwa dia telah menyerahkan sejumlah uang sesuai permintaan tersebut begitu dana bantuan berhasil dicairkan.

“Begitu uang sudah di tangan, saya langsung memberikannya. Penerima bantuan lainnya juga melakukan hal serupa,” tambahnya.

Aparatur Desa Menolak Tuduhan Warga

Sementara itu, ketika dimintai klarifikasi, SH menolak keras semua dugaan yang ditujukan kepadanya. Dia merasa tuduhan tersebut mencoreng nama baiknya sebagai abdi masyarakat. SH menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan atau ketentuan formal terkait pemotongan BLT dari pihaknya.

“Kami sama sekali tidak pernah membuat kebijakan atau pernyataan apa pun tentang pemotongan dana kepada masyarakat. Tuduhan ini keliru,” bantah SH.

Meski demikian, SH tidak menyangkal adanya pemberian uang dari beberapa warga. Menurut pengakuannya, sejumlah masyarakat dengan kesadaran sendiri memberikan uang sebagai bentuk rasa terima kasih.

Jumlahnya beragam, berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000, yang diberikan melalui istrinya, ketua RT, atau kepala dusun setempat. SH berargumen bahwa tugas verifikasi data di lapangan membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.

“Data yang tersedia hanya berisi nama dan nama dusun, sedangkan kolom RT dan RW kosong. Saya harus mencocokkan NIK satu per satu. Saya selalu bertanya kepada mereka apakah ikhlas atau tidak. Jika tidak ikhlas, saya tolak,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Seputih Suryadi Sanjaya yang biasa dipanggil Boby ini mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Badan Permusyawaratan Desa mengenai persoalan ini.

“Semalam laporan tersebut masuk ke saya. Disebutkan ada warga yang diminta memberikan uang transportasi terkait pencairan BLT Kesra,” ujar Boby.

Kepala desa tersebut telah menginstruksikan BPD untuk mengecek di lapangan, mengonfirmasi informasi dari berbagai sumber, dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

“Saya belum mendapatkan gambaran lengkap tentang kasusnya, makanya saya instruksikan untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam. Kami akan mengusut permasalahan ini hingga tuntas,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniDana BLT di Jember dipotongJemberKabupaten Jember hari iniKasus pemotongan BLT di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

by Dwi Linda
15/06/2026 8:24 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi kebangsaan yang sarat akan peringatan keras bagi masa depan...

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Next Post
PMI Mojokerto.

Fokus Jaga Stok Darah Jelang Tahun Baru, Berikut Informasi PMI Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID