• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Natal di Jember.

Juru bicara paroki Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta berdiri di samping pohon Natal sayuran sebagai simbol ketahanan keluarga saat Natal di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Natal di Jember 2025, Sayuran Hiasi Pohon Natal sebagai Simbol Ketahanan Keluarga

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Peringatan Natal di Jember tahun ini membawa spirit khusus dengan mengangkat gagasan tentang campur tangan Ilahi dalam melindungi keluarga. “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” menjadi tema yang telah ditetapkan lembaga gereja utama Indonesia, PGI dan KWI.

Tema tersebut menyoroti urgensi memperkuat fondasi rumah tangga sebagai tempat pertama manifestasi kasih Tuhan, khususnya saat banyak keluarga bergulat dengan tantangan finansial, kestabilan emosional, dan berbagai dinamika kehidupan kontemporer.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: GKJW Sumberpakem Jember Ajak Jemaat Rayakan Natal 2025 dengan Solidaritas di Tengah Bencana Melanda Indonesia

Landasan teologis tema ini bersumber dari kitab Matius pasal pertama, ayat 21-24, yang menceritakan hadirnya Sang Juru Selamat dalam konteks keluarga biasa. Narasi ini menegaskan bahwa misi penyelamatan bermula dari lingkup domestik, mengingatkan bahwa dimensi ketuhanan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman keseharian manusia.

Komunitas Katolik di kawasan Jember, khususnya jemaat Gereja Santo Yusup yang berlokasi di Jalan Kartini, menghayati pesan ini melalui berbagai ekspresi simbolis selama persiapan hingga puncak perayaan.

Ornamen dan tanda-tanda visual yang dipajang mencerminkan fokus pada kebersamaan keluarga dan pendampingan Tuhan dalam perjalanan hidup umat.

Pohon Sayur Simbol Ucapan Terima Kasih atas Kesuburan Tanah

Menurut juru bicara paroki, Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta, konsep “penyelamatan” yang diusung tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar aspek spiritual. Kehadiran Tuhan juga termanifestasi dalam bentuk kecukupan nafkah, ketangguhan menghadapi hambatan, dan daya tahan keluarga dalam merespons kondisi ekonomi yang berat serta beban mental yang semakin kompleks.

“Konteksnya sangat pas dengan realitas yang kami hadapi sekarang,” ujarnya.

Interpretasi visual dari makna tersebut terlihat jelas dalam penataan ornamen Natal di area gereja. Yang paling mencolok adalah pohon Natal berukuran besar yang didekorasi dengan beragam komoditas pertanian seperti sayur-mayur.

Baca Juga: Sterilisasi Gereja di Tuban Jadi Garda Awal Pengamanan Natal 2025

Representasi ini menyimbolkan ungkapan terima kasih jemaat atas kesuburan tanah dan berkat materi yang masih terus mengalir bagi kehidupan keluarga-keluarga.

Fase persiapan spiritual telah bergulir sejak periode Adven yang dimulai akhir November dan berakhir pada malam tanggal 24 Desember. Sepanjang empat pekan Adven, jemaat diundang menjalani waktu refleksi, pembaruan diri, dan antisipasi penuh suka cita melalui pembacaan teks suci serta meditasi sebagai bagian dari ritual menyongsong peringatan kelahiran Kristus.

“Tema tahun ini mengundang kami semua untuk menguatkan kembali posisi keluarga sebagai inti dari kehidupan iman dan sumber harapan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniGereja Santo Yusup JemberJemberKabupaten Jember hari iniPohon Natal sayur di JemberPohon sayuran Natal di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Malam tahun baru.

Polres Tuban Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api saat Malam Tahun Baru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID