JEMBER, Tugujatim.id – Peringatan Natal di Jember tahun ini membawa spirit khusus dengan mengangkat gagasan tentang campur tangan Ilahi dalam melindungi keluarga. “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” menjadi tema yang telah ditetapkan lembaga gereja utama Indonesia, PGI dan KWI.
Tema tersebut menyoroti urgensi memperkuat fondasi rumah tangga sebagai tempat pertama manifestasi kasih Tuhan, khususnya saat banyak keluarga bergulat dengan tantangan finansial, kestabilan emosional, dan berbagai dinamika kehidupan kontemporer.
Landasan teologis tema ini bersumber dari kitab Matius pasal pertama, ayat 21-24, yang menceritakan hadirnya Sang Juru Selamat dalam konteks keluarga biasa. Narasi ini menegaskan bahwa misi penyelamatan bermula dari lingkup domestik, mengingatkan bahwa dimensi ketuhanan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman keseharian manusia.
Komunitas Katolik di kawasan Jember, khususnya jemaat Gereja Santo Yusup yang berlokasi di Jalan Kartini, menghayati pesan ini melalui berbagai ekspresi simbolis selama persiapan hingga puncak perayaan.
Ornamen dan tanda-tanda visual yang dipajang mencerminkan fokus pada kebersamaan keluarga dan pendampingan Tuhan dalam perjalanan hidup umat.
Pohon Sayur Simbol Ucapan Terima Kasih atas Kesuburan Tanah
Menurut juru bicara paroki, Fransiskus Xaverius Yiddi Purwa Mardianta, konsep “penyelamatan” yang diusung tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar aspek spiritual. Kehadiran Tuhan juga termanifestasi dalam bentuk kecukupan nafkah, ketangguhan menghadapi hambatan, dan daya tahan keluarga dalam merespons kondisi ekonomi yang berat serta beban mental yang semakin kompleks.
“Konteksnya sangat pas dengan realitas yang kami hadapi sekarang,” ujarnya.
Interpretasi visual dari makna tersebut terlihat jelas dalam penataan ornamen Natal di area gereja. Yang paling mencolok adalah pohon Natal berukuran besar yang didekorasi dengan beragam komoditas pertanian seperti sayur-mayur.
Baca Juga: Sterilisasi Gereja di Tuban Jadi Garda Awal Pengamanan Natal 2025
Representasi ini menyimbolkan ungkapan terima kasih jemaat atas kesuburan tanah dan berkat materi yang masih terus mengalir bagi kehidupan keluarga-keluarga.
Fase persiapan spiritual telah bergulir sejak periode Adven yang dimulai akhir November dan berakhir pada malam tanggal 24 Desember. Sepanjang empat pekan Adven, jemaat diundang menjalani waktu refleksi, pembaruan diri, dan antisipasi penuh suka cita melalui pembacaan teks suci serta meditasi sebagai bagian dari ritual menyongsong peringatan kelahiran Kristus.
“Tema tahun ini mengundang kami semua untuk menguatkan kembali posisi keluarga sebagai inti dari kehidupan iman dan sumber harapan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








