• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Jember.

Bupati Jember salurkan rombong dan gerobak Mlijo Cinta kepada pedagang bakal rancang kawasan kuliner khusus dan menolak penggusuran PKL. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Bupati Jember Rancang Zona Kuliner Khusus, Tolak Gusur PKL demi Masa Depan Anak-Anak Pedagang

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Merespons berbagai kritikan publik terkait kondisi Alun-Alun Nusantara Jember yang dipenuhi pedagang informal, Bupati Jember Muhammad Fawait mengambil langkah dengan merancang zona kuliner tersendiri.

Proyek bupati Jember ini rencananya membentang dari kawasan Stasiun Kereta Api melalui ruas Jalan Kartini sampai Gatot Subroto, ditargetkan terwujud pada 2026.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Bupati Jember Gus Fawait mengungkapkan bahwa platform digital dipenuhi komentar keras yang menuntut pembersihan pedagang informal dari alun-alun karena dinilai membuat area tersebut terlihat tidak terawat. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (31/12/2025).

Baca Juga: Gus Fawait Salurkan 2.500 Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta untuk Pedagang di Kabupaten Jember

Meski sempat mempertimbangkan usulan relokasi paksa tersebut setelah membaca berbagai masukan di dunia maya, Gus Fawait mengurungkan niatnya. Keputusan ini diambil setelah mendapat nasihat dari ibunda dan guru spiritualnya.

“Pertanyaan sederhana dari beliau membuat saya berpikir ulang, bagaimana nasib keluarga para pedagang ini? Mereka bekerja bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi juga menghidupi buah hati mereka,” ungkap Gus Fawait.

Solusi yang dipilih adalah menciptakan koridor kuliner khusus di sekitar kompleks Stasiun Jember yang terbentang hingga dua jalan protokol tersebut.

“Kami ingin membuktikan bahwa pedagang informal mampu menjaga standar kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan. Program percontohan akan dimulai dari area stasiun melintasi Kartini hingga sisi barat Gatot Subroto,” paparnya.

Regulasi Zona Perdagangan Diperketat untuk PKL

Menurut Bupati Jember Gus Fawait, zona perdagangan ini akan menerapkan regulasi ketat bagi para pedagang, mencakup standar sanitasi, jam operasional, serta kewajiban sertifikasi halal untuk semua produk.

“Proses sertifikasi halal akan kami fasilitasi. Kami berkomitmen menjamin keamanan seluruh produk yang diperjualbelikan di koridor kuliner ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember Sartini menjelaskan bahwa fase awal koridor kuliner akan dibuka di segmen antara Simpang Polres Jember sampai area Telkomsel (sisi barat Alun-alun), terbatas pada ruas Kartini saja.

Dua jalan lainnya, Wijaya Kusuma dan Gatot Subroto, akan dikembangkan pada tahap berikutnya.

“Perencanaan kami untuk segmen Polres hingga Telkomsel dapat menampung sekitar 148 unit lapak dan kereta dorong,” jelasnya.

Baca Juga: Mlijo Cinta Antarkan Ning Ghyta Raih Anugerah Puspa Bangsa Tingkat Nasional

Jumlah tersebut belum mencakup keseluruhan pedagang yang saat ini beroperasi di sekitar Alun-Alun Jember.

“Pelaksanaannya bertahap. Pedagang yang belum tertampung kemungkinan akan ditempatkan di Jalan Wijaya Kusuma,” tambahnya.

Waktu operasional koridor kuliner ditetapkan mulai jam 6 sore hingga tengah malam. Khusus area di depan bangunan gereja di Jalan Kartini akan dijaga tetap kosong sebagai penghormatan terhadap akses ibadah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa koridor kuliner di Jalan Kartini akan dikhususkan untuk penjual makanan dan minuman. Sementara pedagang dengan jenis dagangan lain akan dialihkan ke lokasi dekat Masjid Jami’ dan sepanjang Jalan Wijaya Kusuma.

“Itulah konsep pemetaan sementara yang telah kami susun,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBupati Jember Muhammad FawaitJemberKabupaten Jember hari iniPenggusuran PKL JemberPKL di JemberZona kuliner PKL di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
BUMD Jember.

Reorganisasi BUMD Jember: Pakar Hukum Unej Sebut sesuai Kewenangan, Bukan Langkah Politik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID