TUBAN, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban berupaya menekan penyalahgunaan narkotika selama 2025 yang menunjukkan hasil konkret. Di bidang rehabilitasi, puluhan warga mendapat layanan pemulihan BNNK Tuban, sementara program pencegahan dan deteksi dini menjangkau puluhan ribu orang di berbagai sektor.
Selama 2025, BNNK Tuban melayani rehabilitasi kepada 51 klien. Layanan tersebut tersebar di sejumlah fasilitas, yakni Klinik Pratama BNNK Tuban sebanyak 32 orang, Puskesmas Tuban 2 orang, Klinik Ar-Rochma 11 orang, RSUD Kabupaten Tuban 1 orang, serta Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Kelurahan Kingking 5 orang. Dari data tersebut, jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan adalah sabu dengan jumlah 32 klien.
Baca Juga: Jelang Nataru, BNNK Tuban Intensif Deteksi Dini Narkoba Sasar Tempat Hiburan Malam
Kepala BNNK Tuban AKBP Bagus Hari menjelaskan, klien rehabilitasi datang melalui berbagai mekanisme. Sebanyak 5 orang melapor secara sukarela atau voluntary, 36 orang berasal dari layanan asesmen terpadu atau compulsory, serta 10 orang hasil penjangkauan langsung petugas di lapangan.
Menurut dia, pola ini menunjukkan bahwa peran asesmen terpadu masih menjadi pintu utama penanganan penyalahguna narkotika di Tuban.
BNNK Gencar Deteksi Dini lewat Tes Urine
Selain rehabilitasi, BNNK Tuban juga gencar mendeteksi dini melalui tes urine. Sepanjang 2025, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan, masyarakat, pemerintah, hingga swasta dengan total sasaran 1.802 orang. Hasil pemeriksaan tersebut, 13 orang dinyatakan positif dan selanjutnya menjalani rehabilitasi setelah melalui proses asesmen terpadu.
AKBP Bagus Hari menjelaskan, tim asesmen terpadu (TAT) terdiri dari tim medis dan tim hukum. Tim ini bertugas menentukan rekomendasi penanganan, apakah terduga penyalahguna narkotika diarahkan ke rehabilitasi atau diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan yang tepat dan proporsional.
Pada sektor pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Tuban mencatat capaian signifikan. Sepanjang tahun, sebanyak 125 kegiatan sosialisasi konvensional digelar dengan sasaran 30.314 orang. Sosialisasi ini menyasar berbagai lapisan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga instansi pemerintah.
Tak hanya secara tatap muka, pencegahan juga dilakukan melalui media digital. Tercatat 40 kegiatan sosialisasi digital di media sosial dengan capaian 155.840 tayangan dan 3.978 interaksi. Kegiatan ini menjadi salah satu strategi untuk menjangkau kelompok usia muda yang aktif di ruang digital.
Baca Juga: BNNK dan Polres Tuban Razia Kampung Rawan Narkoba, Empat Warga Positif Sabu
Capaian lainnya, BNNK Tuban melaksanakan Program Desa Bersinar di dua desa, yakni Desa Tegalagung dan Desa Ngino. Upaya penguatan masyarakat juga dilakukan melalui pembentukan Remaja Teman Sebaya sebanyak 10 orang, serta Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba yang melibatkan 20 keluarga sesuai target.
Dalam penguatan lingkungan strategis, Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba dilaksanakan pada dua lembaga dengan indeks capaian 3,40 atau kategori sangat baik.
Capaian ini sejalan dengan Indeks Kemandirian Partisipasi yang terealisasi 3,77 (A) dari target 3,64, serta Indeks Ketahanan Diri Anak dan Remaja sebesar 69,83 atau kategori sangat tinggi dari target 50,87.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








