MALANG, Tugujatim.id – Puluhan napi Lapas Kelas I Malang lolos sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Lowokwaroe pada 5 Januari 2026. Para napi akan dukung ketahanan pangan jalankan program asimilasi.
Sebanyak 21 napi Lapas Kelas I Malang jalankan program asimilasi di pusat pembinaan ketahanan pangan SAE LSIMA Ngajum jadi kawasan pertanian.
Baca Juga: Rayakan Natal 2025, Puluhan Napi Lapas Kelas I Malang Dapat “Kado” Remisi
Para napi akan ditempatkan secara terukur sesuai minat dan kemampuannya di berbagai bidang. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan jadi fokus pengembangan SAE LSIMA.
Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji menegaskan, sidang TPP jadi langkah strategis percepatan di awal tahun untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Sidang TPP mempercepat program ketahanan pangan di SAE LSIMA Ngajum di awal tahun agar dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ucapnya pada Selasa (06/01/2026).
Baca Juga: Tiga Narapidana Nasrani di Lapas Tuban Terima Remisi Natal 2025
Dia menekankan, SAE LSIMA Ngajum terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan berdampak bagi masyarakat luas. Napi terlibat dalam berbagai sektor di pusat ketahanan pangan juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang terarah.
“Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat kontribusi nyata pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








