• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani Jember.

Bongkar muat pupuk di Gudang Lini III Jember: pembaruan e-RDKK tersendat menyebabkan petani Jember terancam tak dapat pupuk subsidi. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Pembaruan e-RDKK Tersendat, Ratusan Petani Jember Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pembaruan basis data digital Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk distribusi pupuk bersubsidi periode 2026 di Kabupaten Jember menghadapi sejumlah hambatan signifikan. Hal ini berimbas kepada petani Jember.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember melalui Komisi B mencatat berbagai pengaduan masyarakat, termasuk penghapusan identitas petani dari sistem pendataan serta permasalahan dalam mekanisme penyaluran.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Ini Respons Anggota Komisi IV DPR RI

Agenda pembaruan informasi yang dilaksanakan mulai 12-20 Januari 2026 memiliki peran vital dalam menentukan akses petani Jember terhadap pupuk subsidi sepanjang tahun mendatang. Sayangnya, dalam beberapa hari pelaksanaan, berbagai kendala mulai terungkap.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan, permasalahan paling menonjol terjadi di wilayah Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Terdapat 185 nama penggarap lahan yang sebelumnya tercatat dalam database, namun saat ini tidak ditemukan dalam platform e-RDKK.

“Situasi ini memerlukan penanganan segera mengingat dampaknya terhadap keberlangsungan hidup masyarakat petani. Khusus di Kranjingan, ratusan penggarap lahan kehilangan catatan mereka meski tahun lalu masih terdaftar resmi. Konsekuensinya, mereka berisiko tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi,” ungkap Candra pada Rabu (14/01/2026).

Hambatan Operasional Pengelola Toko Informasikan ke Petani

Tidak hanya soal pencatatan identitas petani Jember, Candra turut memaparkan berbagai hambatan operasional di tingkat lapangan, mulai dari kurangnya penyebaran informasi hingga mekanisme distribusi yang bermasalah.

“Contohnya di wilayah Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, pengelola toko sarana pertanian tidak memperoleh dokumen formulir e-RDKK, sehingga menghambat mereka untuk menginformasikan kepada para petani terkait jatah pupuk yang tersedia,” papar Candra.

Baca Juga: HKTI Jember Tuntut Keterbukaan Penuh Distribusi Pupuk Bersubsidi

Sementara itu di wilayah Kecamatan Rambipuji, Candra melanjutkan, teridentifikasi sebuah toko yang statusnya sudah non aktif tetapi masih tercatat menerima alokasi pupuk. Kondisi ini menimbulkan persoalan baru.

“Ini memicu permasalahan baru karena jatah tersebut tidak dapat dipindahkan ke toko aktif yang lokasinya berdekatan,” tambah politikus PDIP tersebut.

Candra menekankan perlunya intervensi cepat dari instansi pemerintah daerah yang berwenang untuk melakukan koreksi data sebelum batas waktu yang ditentukan habis.

“Proses penyempurnaan data e-RDKK ini wajib dituntaskan secara teliti. Kami mendorong instansi yang bertanggung jawab untuk segera melakukan perbaikan sistem dan menyelaraskan kondisi di lapangan supaya pupuk subsidi benar-benar tersalurkan kepada petani yang berhak menerimanya,” pungkas Candra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniHarga pupuk subsidi di JemberJemberKabupaten Jember hari iniPembaruan e-RDKK di JemberPetani di JemberPupuk subsidi di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Pisang goreng.

Jajanan Pisang Goreng Raih Peringkat 14 Dessert Terenak Sedunia 2026, Yuk Intip Cara Membuatnya Tetap Renyah!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID