JEMBER, Tugujatim.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) gelar pasar murah di Kabupaten Jember, tepatnya di Jalan Utama Perumahan Kaliurang Green Garden pada Minggu (18/01/2026).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program pasar murah yang digelar bukan untuk berkompetisi dengan pasar tradisional, melainkan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.
Baca Juga: Gelar Pasar Murah di Tuban, PKB: Bukan Agenda Politik Elektoral!
“Pasar murah jangan berdekatan dengan pasar tradisional. Kami ini bukan kompetitor pasar tradisional, tapi ingin memastikan bahwa daya beli masyarakat itu bisa menjangkau pemenuhan kebutuhan logistik mereka,” ujar Khofifah.
Dia menjelaskan, harga di pasar murah jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional. Seperti harga telur di pasar tradisional dijual Rp29.000-Rp30.000, di pasar murah hanya Rp22.000.
Selain itu, gula pasir ID Food yang biasanya Rp17.800, dijual Rp14.000. Minyak goreng premium dari harga Rp16.800 menjadi Rp13.000, sementara beras SPHP yang di HET Bulog Rp12.500 dan di pasar tradisional mencapai Rp13.000-Rp13.500, ditawarkan seharga Rp11.000 per kilogram.
Gubernur Intervensi Pasar pada Komoditas Penyumbang Inflasi
Khofifah juga melakukan intervensi pasar terhadap komoditas yang menyumbang inflasi. Ketika inflasi daging ayam meningkat signifikan, dia meminta dinas peternakan menyuplai daging ayam dengan harga Rp30.000 per kilogram, padahal harga pasar mencapai Rp38.000.
Demikian pula dengan bawang merah yang saat ini menjadi faktor pendorong inflasi. Pihaknya berencana menyuplai komoditas tersebut untuk menekan laju inflasi.
“Jadi, sifatnya ini stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Intervensi pasar kita akan terus lakukan apalagi menjelang Ramadhan,” katanya.
Baca Juga: Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sidoarjo Tinjau Pasar Murah di Sedatigede
Menurut dia, menjelang dan saat Ramadhan hingga Lebaran, kebutuhan logistik keluarga pasti meningkat. Ketika permintaan naik sementara pasokan standar atau bahkan berkurang, harga cenderung naik.
Karena itu, Pemprov Jatim melakukan penetrasi pasar untuk menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau masyarakat.
Tahun lalu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah di 303 titik. Tahun ini program tersebut akan terus berlanjut, tidak hanya saat gubernur hadir, tetapi juga melalui unit pelaksana teknis (UPT) secara berkelanjutan yang akan terus dibenahi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








