BOJONEGORO, Tugujatim.id – Aktivitas ekonomi di jantung Kota Bojonegoro akan memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan revitalisasi Pasar Kota segera direalisasikan pada 2026.
Pasar yang selama ini menjadi tumpuan penghidupan ratusan pedagang itu akan ditata ulang agar lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua pengunjung.
Langkah revitalisasi ini diambil seiring berkembangnya peran pasar tradisional, tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang perjumpaan sosial masyarakat. Pemkab Bojonegoro menilai Pasar Kota perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan karakter kerakyatannya.
Baca Juga: Revitalisasi Gagal, Paguyuban Hippama Senang Cuma Minta Perbaikan Pasar Besar Malang
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan menyampaikan, pembangunan kembali Pasar Kota di kawasan tepian Bengawan Solo akan mengedepankan pendekatan humanis. Pasar dirancang agar tetap ramah bagi pedagang kecil sekaligus nyaman bagi masyarakat yang berbelanja.
Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro disiapkan dengan anggaran sebesar Rp80 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun gedung pasar tiga lantai dengan konsep modern dan inklusif. Pemerintah daerah menargetkan fasilitas baru ini mampu menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat pada pasar tradisional.
“Kami ingin pedagang mendapatkan tempat usaha yang layak. Pasar harus bersih, tertata, dan nyaman, sehingga suasana jual beli menjadi lebih baik bagi semua pihak,” ujar Achmad Gunawan, dikutip dari Website Bojonegorokab.go.id, Minggu (18/01/2026).
Dalam perencanaan yang disusun, lantai satu dan lantai dua akan difungsikan sebagai area kios pedagang. Penataan dilakukan agar ruang lebih terang, sirkulasi udara baik, serta memudahkan pengunjung bergerak di dalam pasar. Sementara lantai tiga direncanakan untuk fasilitas olahraga dan kantor KONI Kabupaten Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak akan menggeser pedagang. Justru sebaliknya, fasilitas yang lebih memadai diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional sehingga roda ekonomi pedagang semakin berputar.
Agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan, pemerintah daerah telah melakukan serangkaian dialog dengan para pedagang.
Baca Juga: Pedagang Menolak, Rencana Revitalisasi Pasar Besar Malang 2026 Batal
Musyawarah mufakat digelar pada Agustus 2025 lalu, melibatkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama dinas perdagangan, koperasi dan usaha kecil menengah serta dinas PKP cipta karya.
Forum tersebut menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan aspirasi terkait desain, fasilitas, hingga pola penataan pasar. Pemerintah daerah memastikan seluruh masukan menjadi bagian dari proses perencanaan revitalisasi.
“Revitalisasi ini kami siapkan sebagai bentuk perhatian kepada para pedagang yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga. Pasar ini kami dorong menjadi ikon Bojonegoro yang modern, tetapi tetap ramah,” kata Achmad Gunawan.
Pengerjaan fisik revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro akan dikoordinasikan oleh dinas PKP cipta karya dan dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Pemerintah daerah berharap, wajah baru Pasar Kota nantinya mampu menghadirkan semangat baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bojonegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








