MALANG, Tugujatim.id – Diskopindag Kota Malang memastikan revitalisasi Pasar Besar gagal terlaksana pada 2026. Gagal revitalisasi, paguyuban Himpunan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (Hippama) bersyukur dan senang.
Wakil Ketua Hippama Agus Priambodo mengatakan bersyukur karena pedagang hanya minta perbaikan.
“Bersyukur banget. Sejak awal, kami cuma meminta perbaikan,” kata Agus Priambodo pada Jumat (16/01/2026).
Baca Juga: Pedagang Menolak, Rencana Revitalisasi Pasar Besar Malang 2026 Batal
Untuk diketahui, diskopindag menginformasikan rencana revitalisasi Pasar Besar batal pada 2026. Penyebab batal karena sebagian pedagang masih ada yang menolak.
Agus mengatakan, suara pegang memang menjadi salah satu syarat penting agar pembiayaan revitalisasi Pasar Besar lewat APBN.
“Suara pedagang itu menentukan, meski pasar ini aset pemkot. Karena dari 2.600 pedagang, itu 85 persen menolak,” ungkapnya.
Pedagang Ingin 20 Persen Perbaikan Bangunan
Agus menyebut para pedagang tidak anti pembenahan. Para pedagang, dia mengatakan, tidak menginginkan pembongkaran total ataupun revitalisasi.
“Pasar ini kan masih layak, yang rusak parah itu mungkin hanya 20 persen nggak sampai, itu dari kajian akademisi ITS. Kenapa yang 20 persen itu saja yang diperbaiki,” ucapnya.
Dia menilai, para pedagang khawatir dengan rencana revitalisasi Pasar Besar peluang mengubah ukuran bedak hingga lebih sempit. Dia juga takut nantinya akan ada konflik perebutan saat pembagian bedak baru.
“Revitalisasinya kan rencana pengerjaan sekitar 2-3 tahun. Lalu nasib pedagang nanti gimana. Jangan hanya bicara ada tempat penampungan, apa bisa hidup,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Inspeksi Pasar Besar Pasca Tembok Ambrol Makan Korban
Menurut dia, Pemkot Malang tidak banyak memberikan perhatian pasar ini sejak 2016. Para pedagang selama ini, menurut dia, swadaya sendiri merawat maupun memperbaiki kerusakan pasar meski ditarik retribusi rutin.
“Kami pernah memperbaiki talang air sepanjang 200 meter, pembenahan lampu, pengecatan, dan lain-lainnya. Itu dari swadaya pedagang,” urainya.
Dia juga kecewa dengan pihak Pemkot Malang yang tidak mengindahkan keinginan pedagang. Bahkan, disebut tidak pernah bertanya apa alasan sebagian pedagang menolak revitalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








