MOJOKERTO, Tugujatim.id – Warga Mojokerto diimbau untuk selalu waspada akan potensi terjadinya angin kencang sepanjang tahun. Imbauan ini datang dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan muncul dari serangkaian koordinasi serta asesmen dengan berbagai pihak terkait.
Seperti dikatakan oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin bahwa, pihaknya terus berupaya menyampaikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tersebut. Terlebih, dampak fatalitas akibat angin kencang begitu tinggi, seperti mampu merusak bangunan infrastruktur hingga membuat vegetasi seperti pohon di jalan maupun kawasan wisata tumbang.
“Kami terus mengingatkan kepada masyarakat, selalu tingkatkan kesiapsiagaan, sebab efek dari angin kencang begitu merusak, rumah maupun infrastruktur lain, hingga vegetasi pohon juga banyak dijumpai tumbang di jalan maupun obyek wisata,” ujarnya, Minggu (25/01/2026).
Upaya kewaspadaan terhadap angin kencang juga digulirkan oleh BPBD bersama beberapa instansi lainnya, seperti perampingan dahan-dahan pohon yang dipandang mengganggu pengguna jalan maupun rawan tumbang.
“Kami bersama OPD, stakeholder lain, juga memantau dan merampingkan, merapikan pohon-pohon yang terindikasi mengganggu hingga potensi tumbang karena angin kencang,” tandasnya.
Selain itu, potensi bencana lain juga masih disoroti oleh BPBD Kabupaten Mojokerto selama musim hujan berlangsung. Salah satunya dengan menanam rumput vetiver di area bekas longsor di Kawasan Tahura Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Pacet, Mojokerto, Kamis (22/01/2026). Kala itu, 1.500 bibit rumput dari total 10.000 kantong bibit ditanam di kawasan terasering oleh pihak Pemkab Mojokerto.
Penanaman rumput tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur tanah sekaligus mencegah terulangnya bencana tanah longsor tahun lalu yang menelan korban jiwa sebanyak 10 orang.
“Penanaman (rumput vetiver) ini gagasan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, untuk mengurangi, meminimalisir potensi terjadi bencana (alam) serupa,” urai Rinaldi.
Ia menambahkan, penanaman rumput tersebut menjadi upaya penguatan vegetasi selepas bencana alam. Sementara, sisa kantong bibit rumput vetiver disebar di lokasi lain yang rawan terjadi bencana tanah longsor.
“Di beberapa lokasi lain kami sebar, seperti di Trawas serta Gondang,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








