BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan penanganan kerusakan pada proyek pelindung tebing Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno berjalan sesuai prosedur teknis.
Kerusakan yang muncul belakangan ini dipastikan bukan berada pada titik yang sama dengan segmen yang sebelumnya telah diperbaiki.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth menjelaskan, kondisi Sungai Bengawan Solo memiliki karakter alam yang sangat dinamis.
Pergerakan tanah serta tekanan aliran sungai yang berubah-ubah menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas bangunan pelindung tebing.
“Kerusakan terbaru terjadi di segmen yang berbeda. Dinamika alam Bengawan Solo, terutama pergerakan tanah dan tekanan air, sangat berpengaruh terhadap kondisi bangunan,” ujar Helmi.
Ia menambahkan, struktur utama bangunan telah dirancang sesuai dengan spesifikasi teknis. Karena itu, tidak semua kerusakan yang muncul dapat langsung dikaitkan dengan kualitas pekerjaan pada segmen lainnya. Karakter tanah di sepanjang bantaran sungai yang labil membuat setiap titik memiliki tantangan tersendiri.
Terkait rencana penanganan lanjutan, Helmi menyampaikan bahwa pembongkaran secara penuh akan lebih aman dilakukan setelah periode banjir berakhir. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko longsor susulan, terutama jika perlindungan tebing dibuka saat muka air sungai masih tinggi.
“Kami berharap kondisi sungai tahun ini mendukung, sehingga perbaikan lanjutan bisa dilakukan secara optimal pada tahun 2026,” jelasnya.
Helmi juga menegaskan bahwa proyek pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari yang menelan anggaran sekitar Rp40 miliar tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
Dengan demikian, seluruh tanggung jawab perbaikan, termasuk pembiayaan, sepenuhnya menjadi kewajiban pihak kontraktor pelaksana tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara itu, pihak kontraktor menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perbaikan pada tahun 2026. Fokus utama perbaikan diarahkan pada segmen yang mengalami kemiringan tiang pancang serta gejala pergeseran tanah (sliding), khususnya di area yang berdekatan dengan permukiman warga.
Beberapa langkah teknis telah disiapkan, mulai dari pembongkaran terbatas dengan mengangkat bronjong untuk mengurangi beban struktur dan mencegah rambatan kerusakan.
Selanjutnya, segmen bangunan yang mengalami kemiringan akan dibongkar total dan dilakukan pemancangan ulang, menggunakan metode yang sebelumnya dinilai berhasil pada perbaikan tahun 2025.
Untuk area yang berada dekat dengan rumah warga, pembongkaran penuh baru akan dilakukan setelah musim banjir usai. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga dari potensi longsor susulan.
Terkait mobilisasi alat berat, pengiriman tiang pancang dan crane akan dilakukan setelah proses pengecoran jalan desa yang menjadi jalur akses selesai. Saat ini, satu unit excavator tetap disiagakan di lokasi sambil menunggu penurunan elevasi muka air sungai untuk pembuatan dudukan alat berat.
Pemkab Bojonegoro bersama pihak kontraktor berharap dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar, sehingga bangunan pelindung tebing dapat kembali berfungsi optimal dalam memberikan rasa aman bagi warga Desa Lebaksari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








