MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sebelum memasuk Bulan Puasa, umumnya berbagai desa menggelar acara Ruwah Desa. Termasuk salah satunya digelar di Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kata Ruwah Desa sendiri berasal dari bahasa Jawa, “Ruwah atau Ruwat” yang artinya memelihara, memperingati, dan mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan.Sementara kata “Desa” mengacu pada wilayah yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa.
Ruwah Desa merupakan tradisi yang hingga kini masih lestari dan diturunkan dari tokoh penting yang pertama kali membuka sebuah desa.
Sementara itu, edisi Ruwah Desa di Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (31/01/2026) berlangsung di Siti Inggil. Lokasi tersebut diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya, maharaja pertama kerajaan Majapahit.

Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna menjelaskan bahwa Ruwah Desa merupakan bagian rasa syukur masyarakat desa tersebut. Dalam Ruwah Desa ini berlangsung kirab dari balai desa Bejijong menuju Siti Inggil. Kirab tersebut mengarak tumpeng berupa jajanan pasar dan buah setinggi 2 meter.
“Kirab dari balai desa kami menuju Siti Inggil, wujud rasa syukur dalam satu tahun kemarin sudah banyak melewati berbagai dinamika. Selain kirab, berlanjut dengan pertunjukan wayang kulit di Siti Inggil,” ujar Pradana, Minggu (01/02/2026).
Pradana menambahkan, selain kirab jajanan pasar setinggi 2 meter, masyarakat Bejijong turut membawa makanan dan tumpeng-tumpeng kecil lainnya.
“Kembali lagi, ini merupakan budaya kita di Jawa, Ruwah Desa ini dilakukan setiap setahun sekali. Tidak cuma itu, sesuai dengan Asta cita bapak Presiden Prabowo, program Gubernur serta dan Bupati Mojokerto untuk tidak meninggalkan budaya dan tradisi desa,” tandasnya.
Terpisah, juru kunci Siti Inggil yakni Mbah Gofur mengatakan, Ruwah Desa di Bejijong sudah berlangsung sejak jaman Kerajaan Majapahit dahulu. Bahkan, Ruwah Desa ini rutin dilakukan di Siti Inggil sebab lokasi tersebut merupakan punden desa sekaligus petilasan Raden Wijaya.
“Acara ruwah desa itu tujuannya untuk mendoakan agar menjadi desa yang makmur, subur, terhindar dari roh-roh jahat atau penyakit, terhindar dari bala dan musibah. Sudah ada sejak jaman dahulu,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








