• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ruwah Desa

Ruwah Desa di Petilasan Raja Majapahit. Suasana Ruwah Desa di Bejijong, Trowulan Mojokerto (Erik for TJ)

Ruwah Desa di Petilasan Raja Majapahit

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
6 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sebelum memasuk Bulan Puasa, umumnya berbagai desa menggelar acara Ruwah Desa. Termasuk salah satunya digelar di Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kata Ruwah Desa sendiri berasal dari bahasa Jawa, “Ruwah atau Ruwat” yang artinya memelihara, memperingati, dan mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan.Sementara kata “Desa” mengacu pada wilayah yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Ruwah Desa merupakan tradisi yang hingga kini masih lestari dan diturunkan dari tokoh penting yang pertama kali membuka sebuah desa.

Sementara itu, edisi Ruwah Desa di Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (31/01/2026) berlangsung di Siti Inggil. Lokasi tersebut diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya, maharaja pertama kerajaan Majapahit.

Ruwah Desa
Ruwah Desa di Petilasan Raja Majapahit. Suasana Ruwah Desa di Bejijong, Trowulan Mojokerto (Erik for TJ)

Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna menjelaskan bahwa Ruwah Desa merupakan bagian rasa syukur masyarakat desa tersebut. Dalam Ruwah Desa ini berlangsung kirab dari balai desa Bejijong menuju Siti Inggil. Kirab tersebut mengarak tumpeng berupa jajanan pasar dan buah setinggi 2 meter.

“Kirab dari balai desa kami menuju Siti Inggil, wujud rasa syukur dalam satu tahun kemarin sudah banyak melewati berbagai dinamika. Selain kirab, berlanjut dengan pertunjukan wayang kulit di Siti Inggil,” ujar Pradana, Minggu (01/02/2026).

Pradana menambahkan, selain kirab jajanan pasar setinggi 2 meter, masyarakat Bejijong turut membawa makanan dan tumpeng-tumpeng kecil lainnya.

“Kembali lagi, ini merupakan budaya kita di Jawa, Ruwah Desa ini dilakukan setiap setahun sekali. Tidak cuma itu, sesuai dengan Asta cita bapak Presiden Prabowo, program Gubernur serta dan Bupati Mojokerto untuk tidak meninggalkan budaya dan tradisi desa,” tandasnya.

Terpisah, juru kunci Siti Inggil yakni Mbah Gofur mengatakan, Ruwah Desa di Bejijong sudah berlangsung sejak jaman Kerajaan Majapahit dahulu. Bahkan, Ruwah Desa ini rutin dilakukan di Siti Inggil sebab lokasi tersebut merupakan punden desa sekaligus petilasan Raden Wijaya.

“Acara ruwah desa itu tujuannya untuk mendoakan agar menjadi desa yang makmur, subur, terhindar dari roh-roh jahat atau penyakit, terhindar dari bala dan musibah. Sudah ada sejak jaman dahulu,” urainya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita mojokertoBudaya MojokertoKabupaten MojokertoMojokertoTradisi MojokertoWisata Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
pikap muat cabai terguling

Pikap Muat Cabai Terguling di Tol Pasuruan-Probolinggo

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID