TUBAN, Tugujatim.id – Empat Karyawan SPBU Parengan, Kabupaten Tuban laporan dugaan penganiayaan oleh ASN (Aparatur Sipil Negara).
Para karyawan SPBU berlokasi di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban mendatangi Polsek Parengan, Minggu (8/2/2026).
Laporan berkaitan dengan peristiwa penganiayaan pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 18.45 WIB, di area SPBU, Jalan Cokrokusumo Parengan.
Berdasarkan laporan Kepolisian, terlapor diketahui berinisial J yang diduga oknum ASN di Kecamatan Parengan, yang datang ke SPBU mengendarai mobil warna hitam bersama seorang penumpang.
Saat kejadian, korban pertama, F tengah melaksanakan tugas pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual dan melayani kendaraan yang sedang mengantre.
Namun, tanpa sebab yang diketahui, terlapor diduga melakukan tindakan kekerasan dengan menjambak rambut korban F.
Kejadian tersebut kemudian diketahui oleh mandor SPBU berinisial A yang berusaha melerai dan menanyakan permasalahan. Namun A justru mendapat pukulan di bagian perut dari terlapor.
Selanjutnya, korban lain berinisial P mencoba melerai peristiwa tersebut. Namun P juga diduga mendapat pemukulan di bagian wajah dan hidung hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Korban keempat berinisial R yang turut mendatangi lokasi kejadian juga diduga mengalami pemukulan di bagian wajah.
Setelah kejadian tersebut, terlapor meninggalkan lokasi menggunakan mobil yang dikendarainya.
Kapolsek Parengan, Iptu Ramelan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa proses penanganan perkara telah dimulai.
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan pada Sabtu malam. Hari ini kami sudah melakukan pemanggilan terhadap para pelapor untuk dimintai keterangan,” ujar Iptu Ramelan, Senin (09/02/2026).
Ia menambahkan, kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti guna mendalami peristiwa tersebut. Proses penyelidikan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








