Tugujatim.id – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 09 Februari. Tahun ini, Dewan Pers menyinggung soal disrupsi digital.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat melontarkan hal ini dalam Konvensi Nasional Media Massa saat peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, Minggu (08/02/2026).
“Bila kita berpikir serius, sejarah itu berkembang melalui tesis, antitesis, dan sintesis. Jadi disrupsi bukan sesuatu yang aneh. Disrupsi selalu hadir dalam panggung sejarah, dan karena disrupsi itulah peradaban manusia menjadi maju,” ujarnya saat dikutip dari laman resmi Dewan Pers, Senin (09/02/2026).
Komaruddin menambahkan, manusia kerap ditantang untuk kreatif dan inovatif dalam setiap era disrupsi. Meski begitu, tidak semua manusia dapat merespons perubahan dengan cara yang sama. Menurut Komaruddin, setidaknya terdapat 3 kelompok masyarakat dalam menghadapi disrupsi.
“Ada kelompok yang merasa kalah kemudian mengeluh terhadap keadaan. Ada kelompok yang dapat bertahan sambil menunggu momentum yang tepat. Ada juga kelompok kreatif dan pionir, dan itu justru mampu mengatasi tantangan dan membuka dunia baru,” urainya.
Komaruddin mengibaratkan disrupsi seperti banjir yang timbul dari hujan lebat. Awalnya, banjir berbuah petaka, akses jalan menjadi lumpuh, sawah rusak, serta masyarakat kebingungan. Namun, untuk jangka panjang, banjir dapat membawa kesuburan tanah dan mendorong masyarakat melakukan penataan, seperti kanalisasi, hingga mencari sumber air bersih.
Analogi ini, menurutnya, begitu relevan dengan kondisi media massa saat ini ditengah disrupsi digital. Arus informasi yang tak terkendali, hoaks banyak bermunculan hingga masifnya upaya pemutarbalikan fakta membuat banyak masyarakat terjebak dalam situasi informasi yang beracun (toxic) dan membingungkan.
Namun, akhirnya publik tetap mencari “air bersih” yang artinya sumber informasi yang kredibel, kompeten dan dapat dipercaya.
“Kondisi seperti itu terjadi pada media massa. Saat disrupsi membuat banyak masyarakat bingung akibat hoaks dan misinformasi, akhirnya mereka mencari dari sumber berita yang terpercaya,” tandas Komaruddin.
Komaruddin berharap peringatan HPN melalui Konvensi Nasional Media Massa dapat menjadi momentum konsolidasi dan revitalisasi peran pers untuk melangkah ke depan dengan sikap optimistis dan kreatif dalam menghadapi tantangan disrupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








