JEMBER, Tugujatim.id – Buntut dugaan oknum guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jelbuk 02 yang terletak di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menelanjangi murid untuk mencari uangnya yang hilang, membuat sejumlah siswa menolak untuk masuk sekolah.
Kejadian yang melibatkan guru di Jember berstatus pegawai negeri sipil (PNS) berinisial FT ini memicu trauma di kalangan siswa kelas V SDN Jelbuk 02.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga korban, perbuatan yang diduga dilakukan guru di Jember ini sungguh di luar nalar. FT dituding meminta beberapa anak didiknya membuka pakaian saat berada di ruang belajar.
Dalih yang digunakan adalah untuk mencari sejumlah uang mas kawin dari pasangannya yang konon raib. Akibat peristiwa tersebut, kondisi psikologis para pelajar sangat terguncang. Dari jumlah keseluruhan 24 murid, tercatat hanya 6 orang yang berani kembali ke sekolah setelah insiden.
Itu pun setelah pihak institusi pendidikan berkali-kali menghubungi keluarga siswa untuk membujuk putra-putri mereka agar mau belajar kembali.
“Kondisi mental anak-anak sangat terpukul. Sabtu kemarin, mereka kompak menolak berangkat karena ketakutan berjumpa dengan pengajar tersebut,” ujar seorang wali murid yang enggan menyebutkan namanya, usai menandatangani perjanjian dengan pihak Dispendik Jember terkait pemberian keterangan ke publik, pada Senin (09/02/2026).
Kasus Terungkap Ortu Merasa Kejanggalan pada Anaknya
Kasus ini terungkap ketika sejumlah orang tua merasa janggal karena buah hati mereka terlambat pulang dari jadwal biasanya. Saat mendatangi lokasi, mereka menemukan ruangan tertutup rapat.
Didorong kekhawatiran, para orang tua nekat memaksa masuk dan menemukan situasi yang memilukan. Yang mengejutkan, FT dilaporkan justru menunjukkan sikap menantang.
“Pada awalnya, yang bersangkutan malah bersikap berani, seolah tidak masalah bila dilaporkan,” tambahnya.
Kegeraman wali murid memuncak dalam pertemuan mediasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026. Para wali murid menyuarakan permintaan tegas agar FT harus segera direlokasi atau dihentikan tugasnya secara total dari SDN Jelbuk 02.
“Kami telah memercayakan penyelesaian kepada dinas pendidikan. Kami sama sekali tidak menginginkan pengajar tersebut kembali mengajar anak-anak kami,” tegas perwakilan orang tua siswa.
Baca Juga: Heboh! Guru SD Negeri di Jember Diduga Geledah Siswa Buka Baju Gegara Uang Raib
Tidak berhenti pada jalur administratif, kelompok ibu-ibu wali murid juga mengambil langkah hukum dengan mengajukan laporan ke kepolisian setempat.
Sementara itu, pihak sekolah terlihat menutup diri. Arif Rahman selaku Pelaksana Tugas Kepala SDN Jelbuk 02 menolak memberikan penjelasan rinci terkait peristiwa tersebut. Bahkan, saat ditemui sejumlah wartawan, Arif Rahman secara tidak langsung agar mengarahkan ke Dispendik Jember untuk informasi lebih lanjut.
Bahkan, sebelumnya, dia juga meminta para awak media untuk menaruh telepon genggam di meja yang terletak tepat di samping meja kantornya dengan alasan supaya tidak terjadi salah paham.
“Telepon genggam diletakkan di atas meja semua agar tidak terjadi miskomunikasi,” katanya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








