TUBAN, Tugujatim.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api tidak hanya disambut dengan lampion dan sembahyang bersama. Di balik kemeriahannya, ada pula pembahasan yang kerap dinanti umat, yakni daftar shio yang mengalami jiong atau kurang beruntung pada tahun berjalan.
Dalam tradisi Tionghoa, jiong dimaknai sebagai kondisi ketika peruntungan seseorang kurang selaras dengan energi tahun tersebut. Tahun Kuda Api dikenal memiliki karakter kuat, berani, penuh semangat, tetapi juga mudah tersulut emosi. Unsur api melambangkan gairah dan daya dorong tinggi, sementara kuda identik dengan gerak cepat dan kebebasan.
Staf Karyawan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Liana menjelaskan bahwa setiap pergantian tahun selalu ada daftar shio yang perlu lebih waspada.
Baca Juga: Cek Ramalan Shio 2026: Tahun Kuda Api yang Energik dan Penuh Perubahan
“Setiap tahun pasti ada yang istilahnya jiong. Artinya bukan pasti sial, tetapi harus lebih hati-hati dalam mengambil keputusan,” ujarnya kepada Tugujatim.id pada Jumat (13/02/2026).
Pada Tahun Kuda Api ini, beberapa daftar shio yang diperkirakan mengalami jiong di antaranya shio kelinci, tikus, kerbau, dan ayam.
Shio tikus misalnya, berada dalam posisi berseberangan dengan kuda dalam siklus zodiak Tionghoa. Kondisi ini sering disebut sebagai “tabrakan” energi sehingga pemilik shio tikus disarankan lebih bijak dalam urusan pekerjaan maupun keuangan.
Shio kelinci juga perlu menjaga kestabilan emosi. Energi api yang dominan dikhawatirkan memicu ketegangan dalam hubungan sosial maupun keluarga jika tidak disikapi dengan sabar.
Tradisi Buang Sial lewat Ciswa
Sementara itu, shio kerbau dan ayam dinilai perlu lebih berhati-hati dalam aspek kesehatan dan perencanaan jangka panjang. Tahun yang bergerak cepat seperti Kuda Api menuntut kemampuan beradaptasi yang baik.
“Biasanya yang jiong itu bukan berarti tidak boleh beraktivitas. Justru harus lebih banyak berdoa dan introspeksi diri,” terang Liana.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa ramalan shio bukan sesuatu yang mutlak. Semua kembali pada usaha, doa, dan sikap masing-masing individu dalam menjalani kehidupan.
Bagi umat yang merasa kurang beruntung atau ingin “membuang jiong”, terdapat tradisi yang dikenal dengan istilah ciswa. Ritual ini dilakukan sebagai simbol melepaskan energi negatif dan memohon keselamatan.
“Ciswa itu bisa macam-macam. Ada yang melepas burung atau ikan sebagai simbol membuang kesialan. Ada juga yang menyiapkan sajian seperti daging babi, telur bebek, beras, dan kacang hijau,” jelasnya.
Selain itu, umat juga dianjurkan memperbanyak sembahyang, menyalakan lilin, serta berdana atau berbagi kepada sesama. Dalam ajaran Tri Darma, perbuatan baik diyakini dapat menyeimbangkan energi dan mendatangkan keberkahan.
Baca Juga: Semarak Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, 200 Lampion Harapan Hiasi Tahun Kuda Api
Pada malam pergantian tahun, Klenteng Kwan Sing Bio akan menggelar sembahyang bersama. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk memanjatkan doa, termasuk memohon perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan sepanjang tahun.
“Yang paling penting itu niat baik dan hati yang bersih. Kalau kita jalani dengan sungguh-sungguh, jiong pun bisa dilewati,” pungkas Liana.
Di Tahun Kuda Api yang penuh semangat ini, daftar shio jiong sejatinya menjadi pengingat agar setiap orang lebih waspada, rendah hati, dan tekun berikhtiar. Sebab pada akhirnya, keberuntungan bukan semata soal zodiak, melainkan tentang usaha dan doa yang terus menyala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








