• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mocca Studio.

CEO Mocca Studio Malang Irwanto memegang penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2023 dari Kementerian Perdagangan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional untuk Mocca Studio. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Mocca Studio Bikin Serial Anak Baby Zu, Studio Animasi dari Malang Mendunia

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kamu hobi nonton film animasi? Tahukah kamu, saat ini banyak sekali animasi lokal yang mulai mendunia, loh. Salah satunya adalah karya studio animasi, Mocca Studio Malang, yang berjudul Baby Zu.

Tidak salah jika Kota Malang menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network kategori Media Arts. Hal itu dibuktikan oleh Mocca Studio yang tumbuh sebagai salah satu wujud hidupnya ekosistem industri kreatif di Kota Malang.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Baca Juga: Na Willa Bakal Susul Kesuksesan Jumbo, Film Fantasi Anak Tayang di Momen Lebaran 2026

Mocca Studio menciptakan karya lokal yang kini mulai dilirik pasar internasional. Studio ini mengandalkan cerita yang kuat, visual yang matang, dan konsistensi kualitas, sehingga dapat terus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Nah, kamu pasti ingin tahu kan bagaimana cerita dibalik kesuksesan Mocca Studio di dunia internasional. Yuk, intip perjalanannya!

Yuk, Kenalan dengan Mocca Studio!

Studio animasi asal Malang ini didirikan pada 2013 oleh Adithya Yustanto, Eko Purnomo, dan Muhammad Zainuri. Mereka bertiga awalnya bekerja di studio terbesar di Asia saat itu, Infinite Studio Batam.

Tiga sekawan itu pulang ke Malang dan mulai membuat studio sendiri dengan nama Mocca Animation Studio. CEO Mocca Studio saat ini Irwanto mengatakan, nama Mocca diambil dari nama minuman yang sering dipesan di kafe milik mereka dahulu.

Mocca Studio di Malang.
Ruang produksi Mocca Studio. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Namanya mocca, karena dulu saat mahasiswa kami punya kafe namanya Copy Paste. Nah, banyak orang pesan moccacino,” kata Irwanto saat ditemui pada Jumat (13/02/2026).

Dia juga menjelaskan, nama Mocca dipilih karena mereka ingin Mocca Animation Studio juga disukai banyak orang layaknya kopi mocca.

Pada 2019, Mocca Animation Studio lebih dikenal dengan nama Mocca Studio karena banyaknya anak perusahaan yang dinaungi, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), mart, hingga perusahaan logistik.

Mocca Studio Malang.
Ruang tamu Mocca Studio dihiasi oleh berbagai macam penghargaan Mocca Studio dan merchandise Baby Zu. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Hingga pada 2024, studio animasi yang berlokasi di Jalan Ki Ageng Gribig No 494, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, ini telah menjadi holding company beberapa perusahaan. Di antaranya 4Crows Digital – Game Developer, Particca Studio – Arc Viz, Mocci Academy, Fantasy – 2D Animation, Lil Mo – 3D Animation, dan Moccata – VR and AR.

Selain itu, Mocca Studio juga memiliki divisi merchandise untuk membuat beragam pernak-pernik dan Mineby yang bergerak di bidang servis motor listrik.

Karya Pertama Mocca Studio Peluang Go International

CEO Mocca Studio Irwanto mengatakan, proyek kali pertama dibuat mengantarkan mereka untuk pergi ke Walt Disney Singapura.

“Pertama kami bikin sendiri, terus baru mulai bikin project service. Sebelumnya di karya pertama itu kami ikutkan lomba terus menang dan dibawa ke Walt Disney Singapura,” ujar Irwanto bangga.

Karya Joni Mocca Studio.
Karya pertama mereka berjudul Joni, Boni, & Puff. (Foto: Tangkapan layar)

Karya pertama mereka berjudul Joni, Boni, & Puff. Film animasi ini bercerita tentang seekor kucing dan sebatang pohon. Karya ini memenangkan juara 1 ITB Apprentice dan membawa Adithya, Eko, dan Zainuri pergi ke Walt Disney Singapura.

Dari sinilah proyek-proyek Mocca Studio mulai berkembang dan membuka peluang untuk mengerjakan proyek internasional dalam bentuk project service.

Baby Zu Mocca Studio.
Penghargaan 100.000 subscribers dari YouTube untuk Baby Zu. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Pada 2014, kami sudah mulai mengerjakan proyek internasional, tapi bentuknya hanya service. Waktu itu ada permintaan 2D dari Spanyol,” kata Irwanto.

Penghargaan lainnya yang diraih, di antaranya 100.000 subscribers chanel Baby Zu dari YouTube, penghargaan untuk produser serial animasi Baby Zu Adithya Yustanto dari Podcast #CLOSETHEDOOR, dan lain-lainnya.

Lahirnya Serial Animasi Baby Zu

Serial Animasi Baby Zu dirilis pada 10 Oktober 2024 melalui platform YouTube dengan nama BabyZu. Ternyata, ini loh alasan lahirnya Baby Zu.

Irwanto menjelaskan, Intellectual Property (IP) Baby Zu bermula dari keresahan permintaan project service yang tidak datang terus-menerus.

Karya Baby Zu Mocca Studio.
Karya pertama mereka Baby Zu. (Foto: Tangkapan layar)

“Baby Zu ini produsernya adalah komisaris kami, Bapak Adhitya Yustanto, yang dimulai dari keresahan permintaan project yang terkadang harus pause. Kami membuat IP tujuan awalnya adalah membuat produk kami sendiri yang tidak tergantung dari klien. Jadi, kami bisa terus berkarya dengan milik kami sendiri,” jelas Irwanto.

Dia melanjutkan, konsep animasi Baby Zu dipilih karena ingin menjadi teman bagi anak-anak.

“Nah di luar itu, Baby Zu juga punya keinginan untuk menciptakan teman bagi anak-anak. Baby Zu itu terinspirasi dari zoo, kebun binatang, jadi ada karakter utama namanya Momo monyet, Cici kelinci, dan Blu anjing, terus yang lain adalah temannya, ” tutur Irwanto.

Karya Mocca Studio.
Ruang dubbing Mocca Studio. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Uniknya, melalui serial animasi Baby Zu, Mocca Studio juga mengangkat kearifan lokal Kota Malang, loh.

“Kami mengangkat namanya Om Ongis di Baby Zu, dia adalah karakter berupa singa yang diciptakan untuk membawa karakter Malang,” ujar Irwanto.

Mocca Studio mengerjakan serial animasi Baby Zu seutuhnya, mulai dari pra produksi hingga post produksi. Saat ini Baby Zu sedang dalam perjalanan akan tayang di beberapa negara, yaitu Jerman, Italia, dan Spanyol.

Mocca Studio Ingin Kolabs bareng Pihak Lokal

Irwanto menyampaikan beberapa harapannya terhadap keberlanjutan karya-karya dari Mocca Studio Malang.

“Tahun ini kami berharap ada kolaborasi dengan berbagai pihak, entah itu government (Red, pemerintah), pihak swasta, atau komunitas. Kami banyak bekerja sama dengan internasional, tapi untuk yang lokal malah belum banyak,” kata Irwanto.

Selain itu, Irwanto juga ingin fokus melakukan kolaborasi, baik dalam proyek kecil maupun besar, untuk menciptakan karya yang bisa diterima secara lokal dan internasional.

Mocca Studio.
Ruang belajar Mocci Academy. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Kami bukan sebagai saingan, bukan kompetisi, tapi ayo buat karya bersama dan berjalan bersama. Saya rasa di tahun ini bisa lebih cepat majunya,” pesan Irwanto.

Dia menjelaskan salah satu rencana Mocca Studio Malang yang sedang membuat konsep animasi musik untuk kategori dewasa.

“Kalau Baby Zu untuk anak-anak. Nah yang ini untuk dewasa. Jadi, kami bikin semacam karakter yang menyanyi dan menari tapi untuk dewasa, tentang kehidupan, percintaan yang diisi beragam musik dari lagu Jawa, lagu pop, sampai lagu dangdut,” jelas Irwanto.

Karena itu, Mocca Studio kini sedang open collaboration untuk teman-teman yang berkiprah di dunia musik, baik di Malang maupun di luar Malang, loh. Untuk kamu yang punya band dan karya sendiri bisa mencoba untuk bergabung.

Mocca Studio.
Seorang Moccanz sedang mengerjakan compositing animasi Baby Zu. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Nah, kami juga ingin menjalin kerja sama dengan teman-teman musik karena ada rencana untuk membuat label. Terus di animasi juga pengen menciptakan produk dari Malang, untuk Malang, dan untuk dunia,” papar Irwanto terkait rencana Mocca Studio ke depannya.

Dalam hal ini, Irwanto juga menanggapi terkait maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di industri kreatif.

“Kami menganggap AI itu sebagai supporting ya, untuk analisis data, analisis konsep, bahkan ada beberapa AI yang kami pakai untuk referensi dan produksi. Tetapi, tetap tangan manusia sebagai yang utama untuk membuat sesuatu yang terlihat sangat hidup,” tutur Irwanto.

Dia tidak menganggap AI sebagai ancaman, tetapi sebagai pendukung untuk melakukan hal yang lebih cepat.

Tips Menjaga Kualitas Karya ala Mocca Studio

Untuk menghasilkan banyak karya yang berkesan bagi penontonnya, Mocca Studio Malang dilengkapi berbagai fasilitas yang membuat para Moccanz (panggilan untuk karyawan Mocca Studio) nyaman. Mulai dari ruang kerja ber-AC, ruang meeting yang luas, ruang santai, ruang dubbing, hingga kafetaria.

Selain itu, Mocca Studio juga memiliki agenda untuk merekatkan hubungan antar Moccanz dengan cara kegiatan Jumat berkah setiap minggu dan perayaan hari ulang tahun Moccanz di akhir bulan.

Penghargaan Mocca Studio.
Penghargaan untuk Adithya Yustanto, produser serial animasi Baby Zu. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Moccanz juga punya agenda refleksi dengan PIC masing-masing, di sini Moccanz bisa mengeluarkan keluh kesah yang sedang dialami atau mungkin ada ide baru yang ingin dikeluarkan.

Bahkan, Mocca Studio juga pernah mengajak para Moccanz untuk berlibur ke Lombok, seru sekali kan?

“Momen paling berkesan karena kami mulai dari zero ya. Kami anggap karyawan sebagai partner kami istilahnya adalah Moccanz, waktu itu satu studio liburan bareng ke Lombok,” ucap Irwanto sangat senang.

Eits, ternyata untuk masuk Mocca Studio juga nggak gampang, loh. Irwanto menjelaskan, Mocca Studio jarang membuka lowongan pekerjaan, tetapi akan sangat terbuka untuk yang memang punya jiwa ingin belajar dan ingin maju di dunia animasi.

“Kami sangat jarang open rekrutmen. Kami punya Mocci Accademy, semacam lembaga yang kami bisa menerima anak magang. Mereka kami didik sungguh-sungguh untuk menjadi orang yang siap kerja,” jelas Irwanto.

Cari Tahu tentang Mocci Academy, Yuk!

Mocca Internship berdiri pada 2013 bersamaan dengan Mocca Studio. Kemudian, pada 2021 berganti nama menjadi Mocci (Mocca Internship) Academy yang difokuskan untuk pembelajaran teman-teman magang.

Mentor Animasi Mocci Accademy, Bekti mengatakan, terdapat banyak jenis magang di Mocci.

“Kalau yang masih di institusi harus menyertakan surat pengantar dari sekolah atau kampus, tapi kalau ternyata sudah lulus dan mau belajar di Mocci bisa masuk di kursus atau private,” kata Bekti.

Penghargaan Mocca Studio Malang.
Etalase penghargaan Mocca Studio. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Selain itu, terdapat juga program magang guru untuk para guru yang ingin meningkatkan skill di bidang animasi. Berbagai program magang ini bisa dilakukan secara luring maupun daring, loh.

Dengan berbagai usia yang mengikuti program magang ini, Bekti mengatakan, tantangan utama para mentor adalah emosi teman-teman magang.

“Tantangan yang sangat besar ya emosi mereka yang berbeda-beda. Untuk mengatasinya, ya kami lakukan pendekatan mentor, sifatnya seperti apa, mentalnya bagaimana, jadi treatment-nya juga beda,” jelas Bekti.

Bekti juga menyampaikan harapannya untuk Mocci Accademy dan Mocca Studio semoga makin lancar ke depannya.

“Harapannya semua yang lulus dari Mocci bisa terserap di industri ya. Kalau untuk Mocca semoga makin lancar, terutama Baby Zu makin dikenal di seluruh dunia ya,” ucap Bekti penuh harap.

Admin Mocci Academy, Nila Wulan menjelaskan, lama masa studi magang di Mocci Academy.

“Biasanya minimal 6 bulan, tapi ada yang setahun juga,” kata Nila.

Jika telah memiliki kemampuan yang memadai, kamu juga berkesempatan untuk melanjutkan karir di Mocca Studio.

“Teman-teman magang bisa kok lanjut ke Mocca Studio, Fantasy, atau ke Lil Mo. Tapi untuk berapa lama ditransfer ke Mocca itu tergantung anaknya sendiri,” jelas Nila.

Baca Juga: 7 Daftar Film Animasi Terbaik Raih Rating Tertinggi versi IMDb pada November 2025, Mana Favoritmu?

Untuk yang ingin melanjutkan di industri lain selain Mocca Studio juga akan mendapatkan rekomendasi perusahaan dari mentor.

“Untuk anak Mocci biasanya kami rekomendasikan juga mau kerja di mana sesuai bidang mereka. Saya harap teman-teman Mocci bisa masuk di industri kreatif sesuai bidangnya masing-masing. Terus untuk IP Mocca yang lainnya bisa seterkenal Baby Zu dan Baby Zu juga bisa semakin mendunia,” harap Nila.

Apa Saja Karya Mocca Studio?

Mocca Studio memiliki banyak sekali karya animasi baik Intellectual Property (IP) maupun project service. Berikut ini daftar karya Mocca Studio yang wajib kamu tonton.

  • Baby Zu (IP)
  • Joni, Boni, & Puff (IP)
  • Alien CG (IP)
  • Ini Budi (IP)
  • ZooA (IP)
  • Cak Rowi (IP)
  • Goro-Goro (IP)
  • Icha and Friends (IP)
  • Lola on Board (Co-production dengan perusahaan Italia, Spanyol, dan India)
  • Tippi T-rex (Co-production dengan perusahaan Spanyol)
  • Cocomelon
  • Cleo & Cuquin
  • Tobot
  • Zak Storm
  • Guardian Nusantara.

Masih banyak lagi karya lainnya. Saat ini, Mocca Studio juga sedang memproduksi IP dengan judul Dunia Albi. Nantikan tanggal rilisnya dan jangan lupa ditonton ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Nur Laila Khoriroh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniMalangMocca Studio adalahMocca Studio Animasi di MalangMocca Studio MalangStudio animasi di Kota Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
SPPG.

Dongkrak Ekonomi Desa di Jember, Bupati Fawait Dorong Sinergi SPPG-Koperasi Merah Putih

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID