MALANG, Tugujatim.id – Publik menyorot keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. Karena itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berencana menyiapkan zona PKL untuk menata kawasan dan menjaga ketertiban umum.
Area Jalan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Kantor Pos dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, akan steril menjadi zona PKL.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Ingatkan Penataan Zona PKL Alun Alun Perhatikan Tata Ruang dan Ekonomi Rakyat
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, wacana zona PKL tahap pembahasan bersama forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ).
“Kami nanti membahas bersama di forum. Semua unsur ada di sana supaya keputusannya komprehensif,” ucapnya.
Pemkot Bakal Tata Ulang Rekayasa Lalin
Pemkot Malang harus menata ulang arus lalu lintas atau rekayasa lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan dalam persiapan zona PKL. Awalnya, kendaraan masih boleh melintasi Jalan Merdeka Selatan. Sementara di Jalan Merdeka Barat atau depan Masjid Jami akan dibuat menjadi jalur dua arah.
Namun dalam perencanaan itu, Pemkot Malang tidak ingin terburu-buru. Skema ini akan diuji coba lebih dulu terutama pada akhir pekan nanti.
Dia mengatakan, operasional zona PKL nanti rencananya akan diterapkan di jam-jam tertentu. Sehingga setelah jam operasional selesai, maka jalan akan steril lagi dari aktivitas PKL.
“Kalau forum memperbolehkan, kami uji coba dulu. Kalau hasilnya baik, bisa saja ditambah hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu,” kata Wahyu.
Baca Juga: Catatan DPRD Kota Malang: Minta Perbanyak CCTV Pasca Kasus Anak Hilang di Alun-Alun
Tidak hanya mempertimbangkan aspek ketertiban umum, dia menegaskan, zona bagi PKL ini nantinya juga berdampak ekonomi masyarakat maupun UMKM tanpa mengorbankan hak pengguna jalan.
Harapannya, penataan PKL juga dapat mengembalikan fungsi pedestrian atau trotoar di sekitar Alun-Alun Merdeka. Sebab, area tersebut selama ini juga kerap menjadi lokasi para PKL berjualan.
“Trotoar itu fungsi utamanya untuk pedestrian. Kalau dipakai jualan, orang jalan kaki jadi turun ke jalan, itu berbahaya,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








