• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir secara daring di Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember. (Foto: Dok. Humas Unmuh Jember)

Memakmurkan Bumi Tanpa Merusak: Haedar Nashir Ungkap Makna Sejati Ekoteologi Islam

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pandangan mendalam tentang hubungan antara Islam dan pelestarian lingkungan dalam forum Kajian Ramadhan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Hadir secara daring melalui Zoom Meeting, Haedar membawa pesan yang relevan di tengah krisis ekologi global. Menurutnya, manusia mengemban amanah sebagai khalifah yang berkewajiban mengelola dan menyuburkan bumi, bukan membiarkannya terbengkalai, apalagi mengeksploitasinya secara destruktif.

You might also like

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

20/05/2026 12:47 AM
Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

07/05/2026 9:58 PM

Seluruh kekayaan alam, dari lautan, daratan, mineral, hingga energi, merupakan titipan Tuhan yang wajib dirawat demi kemaslahatan umat manusia.

“Bangunlah, makmurkan, manfaatkan, kelola, tetapi jangan dirusak. Itulah konsep dasarnya,” tegasnya.

Haedar mengingatkan agar umat Islam menghindari dua ekstrem yang sama-sama berbahaya: sikap rakus yang menguras alam demi keuntungan sesaat, serta sikap pasif yang membiarkan sumber daya alam tidak tersentuh atas nama konservasi namun justru mengorbankan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa peradaban yang maju mustahil terwujud tanpa kemakmuran yang nyata.

Dalam pandangannya, ekoteologi Islam bukan larangan untuk membangun, melainkan seruan untuk membangun dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan negara yang berpihak pada keadilan ekologis dan sosial.

Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, seharusnya mampu mensejahterakan rakyat tanpa harus mengorbankan lingkungan, meski ia mengakui hal ini memerlukan kecerdasan kolektif dan sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah.

Haedar juga menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam mendorong kemandirian ekonomi umat sekaligus menanamkan kesadaran ekologis melalui jalur pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.

Ia mencontohkan dilema yang kerap muncul di lapangan, seperti kasus pertambangan yang di satu sisi menimbulkan kerusakan lingkungan namun di sisi lain menjadi sandaran hidup warga lokal.

Persoalan semacam ini, tegasnya, hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan yang menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong.

Mengakhiri arahannya, Haedar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kompas dalam mencari solusi atas berbagai tantangan kebangsaan, termasuk krisis lingkungan. Ia menegaskan bahwa orientasi dunia dan akhirat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

“Bangunlah dengan ihsan, bangunlah dengan Islam, tetapi jangan merusak. Itulah ekoteologi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: JemberKabupaten JemberMuhammadiyahPW Muhammadiyah Jatim
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

by Mochamad Abdurrochim
20/05/2026 12:47 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Capaian sektor pertanian nasional belum sepenuhnya memuaskan. Di balik produksi padi dan jagung yang dinilai melampaui target pemerintah,...

Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

by Mochamad Abdurrochim
07/05/2026 9:58 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id — Habib muda asal Jawa Timur, Habib Mahdi Kherid mengajak seluruh pihak untuk menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak...

May Day

Jelang May Day, Polrestabes Surabaya Antisipasi 22 Titik Krusial 

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 5:04 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menjelang hari buruh atau May Day 2026 yang diperingati setiap 1 Mei, Polrestabes Surabaya mulai mempersiapkan beberapa...

Ansor

Aktivis Ansor Jatim Nilai Dudung Sebagai Kepala KSP Pilihan Tepat di Tengah Suasana Anomali Geopolitik Global

by Darmadi Sasongko
28/04/2026 9:09 AM
0

Jakarta, Tugujatim.id  – Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menilai penunjukan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor...

Next Post
Masjid Mumbul Mojokerto

Unik! Tak Ditemukan Beton Penyangga Lantai 2 Masjid Mumbul Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID