TUBAN, Tugujatim.id – Dapur sederhana Shanshana Cookies dan Cake di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Jatim, beraroma mentega dan keju sudah lebih dulu menyapa dua pekan jelang Ramadhan 2026. Di sanalah, Puji Setiawati, 44, setia menjaga satu hal yang tidak pernah dia ubah sejak 2015 yaitu rasa.
Konsistensi itu kini berbuah manis. Dua pekan jelang bulan puasa, Shanshana Cookies dan Cake miliknya sudah kebanjiran pesanan hampers Lebaran. Hingga saat ini, sedikitnya 120 paket telah dipesan pelanggan.
Baca Juga: Cerita Bisnis Kue Kering Ikon di Mojokerto Turun Omzet Meski Lebaran
Jumlah tersebut diperkirakan belum final. Puji mengaku, lonjakan pesanan biasanya justru terjadi saat mendekati hari raya.
“Biasanya H-10 itu malah banyak yang order lagi,” tuturnya, Selasa (24/06/2026).
Perjalanan usaha yang dia rintis dari dapur rumahan memang tidak instan. Namun, berkat menjaga kualitas rasa tetap sama dari tahun ke tahun, pelanggan lama terus kembali—bahkan membawa pelanggan baru.

Tahun lalu, total pesanan paket hampir menyentuh 500 orderan. Dari jumlah itu, lebih dari 300 merupakan hampers, belum termasuk pembelian satuan yang jumlahnya jauh lebih banyak.
Menariknya, jangkauan pasar Shanshana Cookies dan Cake kini tidak hanya lokal. Pesanan rutin datang dari berbagai daerah seperti Tarakan (Kalimantan), Denpasar (Bali), hingga Pati (Jawa Tengah), selain pelanggan dalam kota. Untuk menjaga kualitas, pengiriman biasanya mulai dilakukan H-7 sebelum Lebaran.
Pada momentum Lebaran tahun ini, Puji menyiapkan sekitar 10–12 varian kue kering. Di antaranya nastar, kastengel, putri salju, palm cheese, cheese ball, cornflakes, sagu keju, semprit matcha, semprit vanila cokelat, red velvet, cookotar, hingga blueberry tamrin.
Baca Juga: Tak Miliki Uang, Emak-Emak di Pasuruan Tertangkap Curi Kue Lebaran
Dari deretan menu tersebut, nastar dan kastengel masih menjadi primadona. Meskipun begitu, kue kering lainnya tidak kalah enak rasanya.
“Yang paling best itu nastar sama kastengel, terus palm cheese juga banyak yang cari,” ungkap ibu dua anak itu.
Untuk harga satuan, nastar ukuran 500 ml dipatok sekitar Rp70 ribu, sedangkan ukuran besar berkisar Rp90 ribu–Rp95 ribu. Kastengel menjadi varian paling premium, yakni Rp80 ribu untuk kemasan 500 ml dan Rp100 ribu untuk ukuran 800 ml.
Sementara untuk hampers, tersedia paket isi tiga varian seharga Rp115 ribu, isi empat Rp160 ribu, dan isi enam Rp215 ribu. Paket ini banyak dipilih karena lebih hemat.
Dalam sehari, dapur produksinya mampu menghasilkan sekitar lima hingga enam lusin toples ukuran kecil. Produksi masih disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas. Meski demikian, Puji memastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama.
“Insyaa Allah dari tahun ke tahun rasanya tetap konsisten. Bahan juga tidak ada yang diubah,” tegasnya.
Di luar musim Lebaran, aktivitas dapur Shanshana tetap berjalan. Puji lebih banyak memproduksi kue basah, kue tart, serta hantaran pernikahan. Adapun kue kering memang hanya dibuat khusus saat momentum hari raya.

Di tengah kesibukan produksi, pelanggan setia pun silih berganti datang langsung ke dapur. Salah satunya Syaiful Adam, warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dia sengaja datang untuk membeli sejumlah kue kering sekaligus hampers yang akan dibagikan kepada sanak keluarganya.
Syaiful mengaku sudah beberapa tahun terakhir memercayakan kebutuhan kue Lebaran kepada Puji. Menurut dia, kualitas rasa menjadi alasan utama dirinya tidak berpaling.
“Rasanya enak dan dari dulu tidak berubah. Harganya juga masih ramah di kantong,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








