MOJOKERTO, Tugujatim.id – Momen Lebaran identik dengan kue kering dan aneka jajanan lain sebagai suguhan. Rasanya tidak lengkap merayakan Idulfitri tanpa hadirnya kue kering di kala bercengkerama bersama sanak keluarga.
Mojokerto punya produsen kue kering yang terkenal dan produknya menjadi ikon wilayah setempat. Rumah Kue D’Wangi Cake and Cookies berlokasi di Sidowangi, Mojolebak, Jetis, Kabupaten Mojokerto yang berdiri sejak 2008 silam.
Awalnya, hanya satu kue khas yang menjadi produk andalan, yakni molen. Namun, perlahan rumah kue ini melayani berbagai jenis pesanan kue kering terlebih menjelang Lebaran.
“Kami merintis usaha ini sejak 2008, berawal dari usaha catering nasi kotak, lalu terus berlanjut pada tahun 2016 kami coba ikut kursus kue. Lalu muncul ide untuk membuat kue molen,” ungkap Arif Armai, Owner Rumah Kue D’Wangi, Rabu (26/03/2025).
Nama D’Wangi sendiri dipilih berdasarkan nama dusun setempat yaitu Sidowangi. Sementara huruf D di depan nama tersebut terinspirasi dari huruf depan nama keempat anaknya.
UMKM produsen kue ini menawarkan beragam produk kue, seperti molen, kue kering, kue tart, pastel, kue basah, serta aneka jenis roti. Sementara, Mai mengaku selama ini dirinya menjadi pemasok pedagang-pedagang kue kecil di Jetis, Kabupaten Mojokerto.
“Setiap harinya kami memproduksi molen dan kebanyakan reseller ambil ke rumah kami, beli itu untuk dijual lagi,” tandasnya.
Produk khas D’Wangi awalnya hanya kue molen. Tapi, begitu mendekati Lebaran, pesanan kue kering malah menjadi primadona. Skala produksi D’Wangi juga tergolong besar. Setiap minggunya saja Mai menghabiskan tak kurang dari 75 hingga 100 kilogram bahan baku dasar kue kering.
“Kami total-total tembus segitu tiap minggu, nah total bahan dasar itu buat bikin banyak olahan kue. Tiap hari produk mulai 500 sampai 700 molen dan pastel, belum kue kering lainnya,” sambung Mai, panggilan akrabnya.
Namun, pesanan menjelang Lebaran tahun ini malah mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya. Bahkan beberapa pembeli mengorder secara patungan yang dinilai lebih meringankan dari sisi permodalan atau keuangan.
“Lebaran ini malah lebih menurun, pembeli sekarang cenderung belinya urunan (iuran). Kalau tahun-tahun lalu pembelinya ya beli kue buat pribadi-pribadi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







