MOJOKERTO, Tugujatim.id – Warga Mojokerto diminta tidak Ngabuburit di Rel Kereta Api yang potensi menyebabkan kecelakaan.
Memang Ngabuburit di bulan Ramadan menjadi fenomena, bahkan tidak sedikit masyarakat menghabiskan momen jelang berbuka puasa di tempat yang tidak sewajarnya.
KAI Daop 8 Surabaya mengingatkan secara tegas warga Mojokerto yang masih berusaha ngabuburit di dekat rel kereta api.
Imbauan ini tidak hanya ditujukan untuk aktivitas ngabuburit saja. Kegiatan lain seperti menghabiskan waktu setelah sahur juga dilarang untuk mencegah potensi kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menjelaskan bahwa pihaknya masih mendapati banyak masyarakat yang menghabiskan waktu ngabuburit di sekitaran rel di Mojokerto.
“Jalur rel kereta api itu bukan ruang publik. Ruang itu memiliki risiko tinggi yang khusus untuk perjalanan kereta api. Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area tersebut demi keamanan bersama,” urainya, Selasa (03/03/2026).
Sementara, larangan melakukan aktivitas di jalur rel kereta api sendiri diatur dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Hal ini dijelaskan dalam pasal 181 ayat 1 bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, termasuk menggunakan rel kereta api untuk kepentingan di luar angkutan kereta api.
“Pelanggaran terhadap ketentuan itu bisa dikenai sanksi berupa pidana atau denda seperti diatur dalam pasal 199,” jelas Mahendro.
Ia menambahkan, aspek keselamatan terhadap perjalanan kereta api tidak bisa ditawar. Meski, Mahendro memahami bahwa bulan Ramadan seringkali berkaitan erat dengan kebersamaan, seperti kegiatan ngabuburit.
“Kami juga intens melakukan sosialisasi tentang risiko yang ada di rel kereta api, kami libatkan sekolah, komunitas juga untuk sosialisasi tersebut secara edukatif,” tandas Mahendro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








