MOJOKERTO, Tugujatim.id – Rapor merah diberikan oleh gabungan aliansi dari Mahasiswa Mojokerto atas Satu tahun pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto.
Gabungan mahasiswa dari GMNI, HMI, maupun Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur memberikan nilai merah atas performa pemerintahan periode 2024-2029 ini.
Mereka menyoroti beragam hal dalam 1 tahun pemerintahan Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi. Seperti, kontrol terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lemah.
Hal ini seturut dengan masih banyak dijumpai kasus dari program tersebut, mulai siswa keracunan, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat kehabisan modal.
“Hal itu membuat masyarakat umum resah. Tidak ada alasan lagi selain rapor merah harus kami berikan untuk 1 tahun pemerintahan di Kota Mojokerto. Banyak lagi indikator atas rapor itu,” tegas Ketua DPC GMNI Mojokerto Raya, Mohammad Thohir saat di lokasi.
Tidak hanya itu, peningkatan infrastruktur dianggap masih jauh dari visi dan misi yang diusung. Sebab masih tersisa proyek fisik yang menodai kepercayaan publik, termasuk keuangan negara.
“Yaitu proyek wisata di TBM. Itu sebuah artefak nyata peninggalan masa lalu yang kini dilanjutkan oleh orang yang sama. Itu nyata dan di depan mata kita. Proyek TBM hanya akal-akalan saja,” tambah orator aksi, Jose, terpisah.
Selain itu, tidak adanya perguruan tinggi bonafit di Kota Mojokerto turut menjadi catatan tersendiri. Aliansi mahasiswa ini menilai bahwa visi dan misi pemerintahan Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi belum menyentuh sama sekali tentang sektor perguruan tinggi.
“Kampus di Kota Mojokerto kualitasnya tidak begitu baik. Banyak anak sini yang belajar ke luar (Kota Mojokerto). Mana visi dan misi yang dijanjikan? Jauh panggang dari api,” ujar Jose.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








