MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto disidak menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hasilnya, ditemukan bahan pengawet dalam makanan pedagang.
Sidak yang menyasar sejumlah lapak pedagang ini dibarengi dengan uji sampling berbagai bahan pangan yang dijual di pasar. Uji ini dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya seperti formalin dan boraks.
Baca Juga: Warga Bojonegoro Produksi Bawang Goreng tanpa Pengawet Merek “SAE”, Penyimpanan Tahan hingga 6 Bulan
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, beberapa produk daging seperti daging sapi maupun ayam aman untuk dikonsumsi. Namun, tim sempat mendapati kandungan formalin pada hampir seluruh sampel ikan asin serta cumi asin. Tidak hanya itu, kerupuk puli juga terdeteksi mengandung bahan pengawet boraks.
“Produk yang mengandung zat berbahaya langsung diamankan. Saat sidak, kami juga menyampaikan edukasi serta larangan tegas kepada pelapak supaya tidak menjual kembali produk dengan kandungan formalin maupun boraks,” tegas Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, melalui keterangan resmi, Jumat (13/03/2026).
Pedagang Diimbau Selektif Terima Barang dari Pemasok
Bupati Albarraa turut mengimbau pelapak yang disidak untuk lebih selektif ketika mendapat barang dari pemasok. Selain itu, masyarakat juga diiminta lebih jeli dan berhati-hati ketika berbelanja produk tertentu di pasar.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih jeli, lebih waspada saat membeli produk seperi ikan asin, cumi asin, kerupuk puli. Pastikan produk yang Anda beli aman untuk kesehatan keluarga,” tambahnya.
Selain sidak bahan pangan, jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto turut mengecek harga bahan pokok di pasaran. Secara umum, harga bahan pokok penting terpantau relatif stabil. Komoditas seperti beras maupun minyak goreng tidak mengalami perubahan harga signifikan.
Baca Juga: Sidak Pangan di Kota Mojokerto: Produk Meragukan Diambil Sampel Uji Lab
Walau begitu, beberapa komoditas terpantau mengalami fluktuasi harga mendekati momen Idulfitri. Seperti, telur ayam mengalami kenaikan serta penurunan dalam tempo relatif singkat. Lalu, gula juga mengalami fluktuasi harga akibat peningkatan permintaan. Sementara, daging ayam terpantau naik yang cukup signifikan.
Kondisi infrastruktur di pasar turut dipantau. Terutama kondisi jalanan jalan pasar yang sebelumnya sempat berlubang hingga becek akibat musim hujan.
“Perkembangan perbaikan jalan di pasar sudah selesai. Kondisi pasar yang lebih nyaman, kami harapkan kegiatan jual beli masyarakat meningkat sehingga roda ekonomi pedagang ikut meningkat,” tutup Bupati Albarraa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








