SURABAYA, Tugujatim.id — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Baseops Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jumat (20/3/2026). Wagub Jatim memastikan upaya mitigasi cuaca ekstrem berjalan optimal menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Peninjauan wagub Jatim ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengurangi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang kerap meningkat saat musim hujan bertepatan dengan periode mudik.
Baca Juga: Tren Naik, 266 Ribu Penumpang di Bandara Juanda Surabaya Mudik dalam Sepekan
Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan, Pasops Lanudal Juanda Letkol Laut (P) Rai Terianom, serta tim dari PT Makson Sukses Pratama.
Di posko tersebut, dia menerima paparan terkait perkembangan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur sejak dimulainya OMC pada 16 Maret hingga proyeksi kondisi cuaca menjelang dan pasca Lebaran.
“Ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui OMC terbukti mampu mengurangi intensitas curah hujan sehingga risiko bencana bisa ditekan,” kata Emil.
Penurunan Potensi Hujan dalam 3 Hari Terakhir
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pelaksanaan OMC dalam tiga hari terakhir mampu menurunkan potensi hujan dari kategori sangat lebat menjadi ringan di sejumlah wilayah dengan efektivitas mencapai sekitar 74 persen.
Hasil tersebut dinilai signifikan, terutama dalam mendukung kelancaran arus mudik yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca, baik di jalur darat, laut, maupun udara.
“Dengan pengurangan intensitas hujan ini, kami harapkan mobilitas masyarakat saat mudik bisa lebih aman dan nyaman sekaligus meminimalkan gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Pada hari keempat pelaksanaan OMC, Kamis (19/03/2026), operasi dilakukan dalam tiga kali penerbangan (sortie) dengan total bahan semai sebanyak 3.000 kilogram kalsium oksida (CaO).
Sortie pertama menyasar wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan bagian selatan. Sortie kedua difokuskan ke wilayah Malang dan Blitar, sementara sortie ketiga kembali diarahkan ke Lamongan.
Baca Juga: Cuaca di Jatim Terik dan Hujan Bergantian 19 Maret 2026, Mudik Diwarnai Cuaca Tak Menentu
Secara keseluruhan, hingga saat ini OMC telah dilaksanakan sebanyak 10 sortie dengan total waktu terbang mencapai 19 jam 53 menit. Adapun bahan semai yang telah digunakan meliputi 8.800 kilogram CaO dan 21.000 kilogram natrium klorida (NaCl).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan operasi ini akan terus dilakukan secara intensif selama periode Lebaran, seiring dengan masih tingginya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Melalui langkah ini, Pemprov Jatim berharap risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat menjalani tradisi mudik Lebaran dengan lebih aman, lancar, dan terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








