JEMBER, Tugujatim.id – Momentum Lebaran tahun ini dimaknai berbeda oleh Bupati Jember Gus Fawait. Di tengah euforia Hari Raya Idulfitri, dia memilih meniadakan open house di Pendopo Wahyawibawagraha dan mengedepankan kesederhanaan sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi energi nasional.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ketidakstabilan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia menjadi pertimbangan utama. Kondisi ini dinilai berpotensi menambah beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah pusat jika konsumsi energi tidak dikendalikan.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkab Jember Siagakan Ambulans dan Nakes di 9 Titik Wisata
“Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global. Ketidakstabilan di Timur Tengah membuat harga minyak fluktuatif. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak,” ujar Gus Fawait di kediamannya di Ponpes Nurul Chotib, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Sabtu (21/03/2026).

Meski tidak menggelar open house secara formal, Gus Fawait menegaskan bahwa tradisi silaturahmi tetap berjalan. Dia tetap menerima tamu secara sederhana di lingkungan pondok dengan jamuan ala kadarnya.
“Tahun ini tidak ada open house di pendopo. Kami kembali ke kesederhanaan. Kalau ada tamu, kami terima di pondok dengan jamuan seadanya. Niat utamanya mendukung gerakan efisiensi pemerintah pusat,” imbuhnya.
Pemkab Siapkan Skema ASN WFH
Selain itu, Pemkab Jember juga mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa skema kerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini diproyeksikan mampu menekan penggunaan energi, khususnya dari operasional kendaraan dinas dan aktivitas perkantoran.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), skema WFH tengah difinalisasi dengan rencana penerapan satu hingga dua hari dalam sepekan.
Baca Juga: Diserbu Pemudik, Kuota Mudik Gratis Jember Berangkatkan 516 Orang
“Kami sedang siapkan skemanya. Mungkin dalam satu minggu ada satu atau dua hari WFH. Dengan pengalaman saat Covid lalu, saya yakin pelayanan publik tetap prima dan tidak akan terganggu,” pungkasnya.
Gus Fawait juga memastikan bahwa langkah efisiensi ini tidak berkaitan dengan kelangkaan BBM di Jember. Dia menegaskan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman dan terkendali. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








