JEMBER, Tugujatim.id – Perubahan pola makan drastis usai Ramadhan berpotensi memicu lonjakan gangguan kesehatan saat Lebaran. Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Bupati Jember Gus Fawait mengakui fase pasca puasa kerap menjadi titik rawan, terutama ketika masyarakat mulai kembali mengonsumsi makanan bersantan dan berlemak saat momen silaturahmi.
Baca Juga: Tak Dibayangi Keterlambatan, Pemkab Jember Rampungkan Insentif sebelum Lebaran
“Kita tahu setelah puasa ada masa peralihan. Ditambah budaya ngelencer, hidangan santan, dan sejenisnya cukup tinggi. Biasanya ini memicu peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujarnya, Senin (23/03/2026).
Pemkab Antisipasi Lonjakan di Titik Wisata
Untuk memastikan kesiapan layanan, Pemkab Jember menyiagakan tenaga kesehatan (nakes) serta armada ambulans selama masa libur Lebaran. Bupati juga menjadwalkan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan guna memastikan layanan tetap berjalan optimal.

Tak hanya sektor kesehatan, koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat di titik-titik wisata. Kepolisian, dinas perhubungan, hingga satpol PP dilibatkan untuk menjaga kelancaran mobilitas selama libur panjang.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkab Jember Siagakan Ambulans dan Nakes di 9 Titik Wisata
Langkah ini dinilai krusial, mengingat Lebaran tidak hanya identik dengan peningkatan konsumsi, tetapi juga mobilitas tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko kesehatan.
Pemkab Jember berharap, dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan dukungan lintas sektor, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman tanpa terganggu masalah kesehatan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








