TUBAN, Tugujatim.id – Jalur Ring Road Tuban kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kecelakaan terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Data kepolisian mencatat, sedikitnya enam kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas tersebut sejak awal 2026.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistyono mengungkapkan, kecelakaan terjadi di sepanjang jalur dari pertigaan Tunas hingga wilayah Mondoan.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun, Truk Pakan Ayam di Blimbing Malang Terguling Tabrak Bus dan Mobil
“Dari Januari sampai Maret, di jalur ring road itu sudah terjadi enam kali kecelakaan. Untuk luka ringan ada enam kejadian, sementara korban meninggal dunia tercatat dua orang,” jelasnya.
Rentetan kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa jalur lingkar yang seharusnya menjadi alternatif arus lalu lintas justru menyimpan potensi kerawanan tinggi, terutama di titik-titik penyeberangan.
Menurut Eko, faktor utama penyebab kecelakaan masih didominasi kelalaian pengendara. Salah satunya kebiasaan masyarakat yang tidak memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
“Sudah ada jalur putar maupun titik penyeberangan, tapi sering tidak digunakan. Masyarakat justru memilih jalur pintas yang tidak dilengkapi rambu,” ungkapnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko karena pengendara yang melintas di jalur utama tidak memiliki peringatan adanya kendaraan yang tiba-tiba menyeberang. Akibatnya, tabrakan kerap tidak bisa dihindari.
Penyebab Didominasi Sopir Kurang Hati-Hati
Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Senin pagi (06/04/2026). Insiden itu melibatkan motor dan truk tronton saat pengendara mencoba menyeberang jalan.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan di jalur Ring Road Tuban yang sebagian besar memiliki pola serupa, yakni pengendara yang kurang memperhatikan arus lalu lintas saat berpindah jalur.
Selain itu, kondisi jalan yang lurus dan relatif lengang sering kali membuat pengendara melaju dengan kecepatan tinggi. Hal ini semakin meningkatkan risiko fatal saat terjadi kesalahan kecil di jalan.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Berakhir, Kecelakaan di Tol Jatim Turun Jadi 1.939 Kasus
“Rata-rata karena kurang hati-hati, terutama saat menyeberang. Banyak yang tidak memperhatikan arus dari depan, belakang, maupun samping,” tambahnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas, terutama dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia seperti jalur putar dan titik penyeberangan resmi. Eko juga menekankan pentingnya kewaspadaan penuh saat hendak menyeberang atau berpindah arus.
“Kalau mau menyeberang, pastikan benar-benar aman. Lihat kanan kiri, depan belakang. Jangan memaksakan diri karena risikonya sangat tinggi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








