MOJOKERTO, Tugujatim.id – Indeks Fluktuasi Harga atau IFH Kabupaten Mojokerto pada Maret 2026 naik tipis. Kenaikan sebesar 0,09% ini menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan harga pada komoditas secara umum.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh 6 kelompok pengeluaran yang berandil dalam kenaikan harga pada bulan Maret 2026,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Jumat (10/04/2026).
Masih kata Bambang, keenam kelompok yang turut menyumbang kenaikan harga tersebut adalah makanan, minuman, dan tembakau; pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kesehatan; serta kelompok transportasi.
“Sementara, 1 kelompok pengeluaran lainnya yang ikut memberikan kontribusi terhadap penurunan harga, adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” sambungnya.
Adapun 4 kelompok pengeluaran sisanya yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran, tidak menunjukkan perubahan harga alias cenderung stabil.
Penyebab kenaikan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Maret 2026 utamanya dipicu oleh meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Kenaikan BBM jenis tersebut terjadi akibat penyesuaian harga oleh pihak Pertamina sebagai BBM non-subsidi. Selain itu, adanya penyesuaian ini terjadi imbas dari kenaikan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Fluktuasi harga ini tak pelak turut meningkatkan biaya impor dan produksi BBM. Tidak hanya itu, faktor biaya distribusi dan kondisi pasar ikut berkontribusi terhadap kenaikan harga tersebut, dengan demikian berdampak langsung pada meningkatnya indeks harga di daerah.
“Sementara itu, komoditas yang menyumbang terhadap penurunan IFH tertinggi adalah emas perhiasan,” tandas Bambang.
Penurunan harga emas perhiasan ini utamanya dipicu oleh melemahnya harga emas di pasar global akibat dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Selain itu, harga emas perhiasan menurun sebab permintaan investasi emas yang menurun. Pasalnya, kondisi pasar yang relatif stabil dan minat beli masyarakat terhadap emas perhiasan yang mulai menurun turut mendorong penurunan harga komoditas ini.
“Dengan demikian komoditas tersebut memberikan kontribusi terhadap penurunan IFH di daerah,” papar Bambang.
Sementara, komoditas yang menyumbang kontribusi paling besar terhadap kenaikan harga rata-rata pada Maret 2026 diantaranya bensin, cabai rawit, tahu mentah, daging ayam ras, telur ayam ras, susu kental manis, cabai merah, baju kaos tanpa kerah atau t-shirt anak, minyak goreng dan tomat sayur.
Sedangkan, komoditas yang justru mengalami penurunan harga rata-rata bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya meliputi emas perhiasan, air kemasan, ayam hidup, wortel, bawang merah, anggur, salak, udang basah, daster, dan ketimun.
IFH pada tahun kalender (kumulatif) di Kabupaten Mojokerto pada periode Januari 2026 hingga Maret 2026 tercatat sejumlah 0,10 persen. Sementara, perbandingan IFH dari tahun ke tahun (year-on-year atau YoY) pada periode Maret 2025 hingga Maret 2026 tercatat sebesar 1,11 persen.
Indeks Fluktuasi Harga atau IFH sendiri merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menunjukkan tingkat perubahan harga suatu barang atau kelompok barang dari waktu ke waktu. Indeks ini mencerminkan besarnya perubahan harga dalam suatu periode tertentu.
Dengan demikian, indeks ini dapat digunakan untuk memantau tingkat volatilitas harga. Terdapat 357 komoditas yang dikelompokkan menjadi 11 kelompok dan 39 sub kelompok komoditas yang diamati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria/ Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








