• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
UM

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Malang (UM). (Foto: Humas UM)

UM Raih Peringkat 4 Asia di Bidang Pendidikan, Rektor: Tekankan Inovasi dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menempati peringkat teratas nasional maupun internasional yang dirilis oleh beberapa lembaga pemeringkatan, seperti AD Scientific Index dan EduRank.

Berikut adalah peringkat UM menurut AD Scientific Index 2026:
#4 di Asia bidang Pendidikan.
#1 di Indonesia bidang Pendidikan.
#2 di Indonesia bidang Natural Sciences.
#5 di Indonesia bidang Social Sciences.

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Berikut adalah peringkat UM menurut EduRank 2026:
#1 di Indonesia bidang Multimedia.
#3 di Asia bidang Multimedia.
#24 di dunia bidang Multimedia.
#1 di Indonesia bidang Entrepreneurship.
#6 di Asia bidang Entrepreneurship.
#102 di dunia bidang Entrepreneurship.
#2 di Indonesia bidang Pendidikan.
#5 di Asia bidang Pendidikan.
#56 di dunia bidang Pendidikan.
#2 di Indonesia bidang Animasi.
#104 di Asia bidang Animasi.
#378 di dunia di bidang Animasi.
#2 di Indonesia bidang Matematika.
#2 di Indonesia bidang Product/Industrial Design.
#3 di Indonesia bidang Psychology.
#3 di Indonesia bidang Game Design and Development.
#3 di Indonesia bidang Sosiologi.
#3 di Indonesia bidang Human Resource Management.
#5 di Indonesia bidang Art & Design.
#6 di Indonesia bidang Liberal Arts & Social Science.
#8 di Indonesia bidang Computer Science.
#9 di Indonesia bidang Condensed Matter Physics.

Dengan capaian ini, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar UM. Ia merasa bahwa UM dapat mencapai top rank juga berkat seluruh warga UM yang bersama-sama membangun universitas ini menjadi lebih baik.

Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana UM telah bertransformasi, mulai dari institusi PTPG, kemudian menjadi IKIP, dan kemudian menjadi universitas. Menurutnya, perubahan ini bukan hanya sekadar perubahan struktur, nama, atau organisasi, tetapi juga transformasi mindset global yang tetap menjaga nilai-nilai lokal.

“Tentunya kita bersyukur bahwa kerja keras temen-temen keluarga besar um mendapat apresiasi dari berbagai lembaga pemeringkatan dunia, sehingga institusi UM sebagai perguruan tinggi badan hukum terus berupaya dan makin memacu kita untuk melakukan transformasi diri sekaligus transformasi institusi,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (6/4).

Dalam mengembangkan universitas, UM berkomitmen untuk tetap menjaga nilai-nilai lokal karena UM paham bahwa kita adalah pewaris budaya lokal. Di sisi lain, UM juga mengadopsi budaya global, karena UM sadar bahwa kita juga merupakan pewaris budaya dunia, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menyoroti pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan UM peluang dan ruang untuk berkontribusi aktif dalam membangun peradaban dunia. Dengan ini, UM berkomitmen untuk terus melakukan kontribusi positif melalui ilmu pengetahuan maupun teknologi.

Dengan komitmen ini, UM tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang melakukan konservasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadi perguruan tinggi yang memberikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Apresiasi dari berbagai lembaga pemeringkat. Kita sebagai institusi terus belajar dan berkarya agar UM tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang berupaya melakukan konservasi, tapi juga sekaligus perguruan tinggi yang bisa menelurkan berbagai inovasi,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan komitmen UM untuk menjaga meritokrasi. Ia yakin bahwa budaya meritokrasi yang ditanamkan di dalam UM ini dapat memberikan dampak dalam mengubah budaya feodal menjadi budaya yang terbuka, sehingga menghasilkan masyarakat yang dapat berkontribusi dan berpartisipasi aktif.

Pencapaian UM ini tidak hanya dirasakan oleh warga UM, tetapi juga oleh masyarakat yang dapat melihat UM sebagai perguruan tinggi yang terus melayani publik dengan lebih baik. Selain itu, pencapaian ini juga memberikan dampak kepada alumni UM yang dapat mengabdi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat secara maksimal.

“Karena prinsip-prinsip meritokrasi itulah yang kita harapkan memiliki dampak mengubah budaya yang feodal berubah menjadi budaya yang open, yang terbuka, yaitu masyarakat yang demokratis dan partisipatif,” paparnya.

Ia juga memberikan pesan kepada seluruh keluarga besar UM untuk tidak melihat pencapaian ini sebagai sebatas peringkat, tetapi juga menanamkannya dalam mindset masing-masing. Menurutnya, dengan mindset ini seseorang akan memiliki nilai lebih sehingga dapat berkontribusi kepada orang lain, lembaga, bangsa, negara, dan lain-lain.

“Tanpa ada nilai lebih dalam diri kita, kita tidak akan bisa berkontribusi dan nilai lebih tidak bisa dicapai, karena nilai lebih dalam peradaban bukan warisan biologis, tapi adalah warisan sosial yang bisa diperoleh melalui proses belajar,” terangnya.

Untuk ke depannya, ia mendorong seluruh warga UM untuk terus belajar dan berkarya dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara tidak bisa sejahtera tanpa adanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak bisa dikuasai tanpa adanya proses belajar dan orang yang berdedikasi.

“Sekarang ini tidak ada negara yang bisa maju dan sejahtera tanpa didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa dikuasai tanpa proses belajar dan dedikasi dari orang yang terlibat di dalam membangun peradaban bangsa maupun peradaban dunia,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Berita UMUMUniversitas Negeri Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Kayu Bakar

Pedagang di Tuban Mulai Kembali Pakai Kayu Bakar Setelah Susah Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID