• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Polije

Mahasiswa Polije praktik langsung mengolah sampah organik melalui budidaya maggot dalam peringatan Hari Bumi 2026. Foto / dok Polije

Dari Sampah Jadi Cuan, Polije Kembangkan Budidaya Maggot di Hari Bumi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 months ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk mendorong inovasi pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.

Melalui gerakan Inovasi Kampus Hijau Berkelanjutan, kampus ini mengedukasi mahasiswa mengolah sampah organik menjadi peluang usaha lewat budidaya maggot, Rabu (22/4/2026).

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM

Kegiatan yang melibatkan Jurusan Teknik dan Tim SDGs Polije ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik langsung. Mahasiswa diajak memilah sampah organik cair dan padat di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) kampus, sekaligus memahami proses budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah.

Ketua Tim SDGs Polije, Wendy Triadji Nugroho, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efisien sekaligus berkelanjutan.

Polije
Mahasiswa Polije praktik langsung mengolah sampah organik melalui budidaya maggot dalam peringatan Hari Bumi 2026. Foto / dok Polije

“Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bumi di Polije untuk mewujudkan kampus hijau berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Wendy, budidaya maggot tidak hanya berdampak pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Hasil panen maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak berkualitas tinggi yang memiliki pasar luas.

“Program ini bertujuan mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi yang nyata,” jelasnya.

Lebih dari itu, program ini juga menjadi upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Wendy menilai, kemampuan di bidang pengelolaan limbah dan ekonomi hijau akan menjadi salah satu kompetensi penting di pasar kerja global.

Polije
Mahasiswa Polije praktik langsung mengolah sampah organik melalui budidaya maggot dalam peringatan Hari Bumi 2026. Foto / dok Polije

“Kami mendorong kesadaran lingkungan mahasiswa agar mereka siap menghadapi peluang kerja di bidang green jobs,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, menegaskan bahwa program ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Pelaksanaannya pun melibatkan berbagai elemen kampus, mulai dari BEM, UKM, hingga himpunan mahasiswa.

“Fokus utama kegiatan adalah pengelolaan sampah melalui inovasi bank sampah dan pemanfaatan maggot,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga berpotensi meningkatkan reputasi Polije di tingkat global, khususnya dalam pemeringkatan kampus berwawasan lingkungan.

“Program ini sangat strategis karena mendukung upaya peningkatan peringkat UI GreenMetric Politeknik Negeri Jember,” tegasnya.

Ke depan, Polije berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya berkelanjutan di lingkungan kampus.

“Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan terintegrasi sehingga pengelolaan limbah berjalan lebih optimal,” pungkas Wahyu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Berita PolijeJemberPolijePoliteknik Negeri Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

Next Post
Jemaah haji Probolinggo

752 Jemaah Haji Probolinggo Diberangkatkan dari Wisata Religi Miniatur Ka’bah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID