JOMBANG, Tugujatim.id – Gadai emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat di Jombang untuk memperoleh dana segar secara cepat dan praktis.
Tidak hanya untuk kebutuhan mendesak, layanan ini juga kerap dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha maupun keperluan lainnya.
Kepala Pimpinan Cabang Pegadaian Jombang, Alfin Hasibuan, mengungkapkan bahwa tren gadai emas masih sangat dominan di hampir seluruh unit layanan. Bahkan, persentasenya mencapai angka yang sangat tinggi.
“Di setiap unit, hampir semua sama. Sekitar 98 persen nasabah menggadaikan emas,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap gadai emas tidak lepas dari nilai logam mulia yang cenderung stabil, bahkan terus mengalami kenaikan.
Saat ini, harga emas ditaksir rata-rata sudah menembus angka Rp3 juta per gram, sehingga dinilai menguntungkan dan aman sebagai jaminan.
Proses Pengajuan Mudah dan Cepat
Proses pengajuan yang mudah juga menjadi faktor pendukung. Nasabah hanya perlu membawa emas dan kartu identitas berupa KTP untuk mengajukan pinjaman. Meski diperbolehkan membawa dokumen tambahan, hal tersebut bukan menjadi syarat utama.
“Kalau mau dilengkapi dengan surat lain, tidak masalah, tetapi yang kami nilai tetap emasnya,” jelasnya.
Dalam prosesnya, pihak Pegadaian akan mengecek kualitas emas yang diajukan. Penilaian meliputi kadar dan berat emas untuk menentukan besaran pinjaman yang bisa diberikan kepada nasabah.
Setelah pengajuan disetujui, nasabah diberikan fleksibilitas dalam memilih skema pelunasan. Mereka dapat melunasi pinjaman sekaligus dalam satu periode atau memilih sistem angsuran bulanan dengan tenor yang bervariasi.
“Pilihan tenor bisa 1 tahun, 18 bulan, bahkan 2 tahun. Kalau di tengah jalan ingin melunasi lebih cepat, juga diperbolehkan,” tambah Alfin.
Nasabah Bisa Ajukan Tambahan Dana
Menariknya, Pegadaian Jombang memberikan kemudahan bagi nasabah yang membutuhkan tambahan dana di tengah masa angsuran. Dengan menggunakan jaminan emas yang sama, nasabah bisa mengajukan pinjaman tambahan.
“Misalnya baru berjalan 8 bulan dari tenor 2 tahun, lalu butuh dana lagi, itu bisa kami proses untuk penambahan pinjaman,” terangnya.
Harga emas yang cenderung naik akan memberikan keuntungan tersendiri. Nilai taksiran jaminan bisa meningkat, sehingga peluang mendapatkan tambahan pinjaman menjadi lebih besar. Namun, skema angsuran dan jangka waktu akan disesuaikan dengan pengajuan terbaru.
Untuk sistem pembayaran, Pegadaian menerapkan angsuran tetap atau flat setiap bulan. Artinya, jumlah cicilan tidak berubah hingga pinjaman lunas, sehingga memudahkan nasabah dalam mengatur keuangan.
“Misalnya angsuran Rp100 ribu per bulan, maka jumlah itu akan tetap sampai selesai,” imbuhnya.
Pihaknya juga memastikan akses layanan keuangan semakin inklusif. Masyarakat dari luar daerah tetap bisa mengajukan gadai di Jombang, karena sistem data kependudukan sudah terintegrasi secara nasional.
“Sekarang data KTP sudah terhubung dengan sistem Dukcapil. Jadi, di mana saja bisa mengajukan dan datanya tinggal kami akses,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Anang Panca Kurniawan
Editor: Darmadi Sasongko








